Nagari Silokek merupakan salah satu nagari yang berada di Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Terdiri dari dua jorong yaitu Jorong Tanjung Medan dan Jorong Sangkiamo.
Luas wilayahnya yaitu 1.918 Ha, bentuk pembukaan tanah perbukitan dengan ketinggian tempat dari permukaan laut 150-200 meter dan permukaan laut dengan suhu rata-rata harian 23-24 derajat celcius pertahun.
Nagari Silokek telah bersertifikat Geopark Ranah Minang Silokek pada tanggal 10 November 2018.
Atraksi wisata yang ada di Desa Wisata Silokek yaitu silat, Tari Mandulang Ame, arug jeram Silokek, talempong adat tradisi, dan panjat tebing.
3. Desa Wisata Pariangan Desa Terindah di Dunia di Kabupaten Tanah Datar
Desa Nagari Pariangan terletak di lereng Gunung Marapi, tepatnya di Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar.
Lokasinya sekitar 95 kilometer dari utara Kota Padang, dan 35 kilometer dari Kota Bukittinggi. Nagari Pariangan memiliki luas 17,97 kilometer persegi.
Tak hanya juara karena keindahannya, berada di ketinggian sekitar 500-700 meter di atas permukaan laut membuat udara di Nagari Pariangan begitu sejuk.
Secara geografis, Gunung Marapi masih aktif hingga saat ini. Gunung tersebut terakhir meletus pada 2014. Berada di wilayah pegunungan membuat panorama alam di Nagari Pariangan begitu luar biasa.
Di jalan utama menuju desa wisata ini, para pengunjung akan ditemani oleh jalan yang berkelok dengan pemandangan hijau yang begitu asri, yakni hamparan sawah yang sangat subur dan pepohonan rimbun.
Rumah-rumah gadang khas Sumatra Barat yang berada di wilayah perkampungan Nagari Pariangan juga tidak biasa. Meski padat, rumah penduduk yang dibangun bertingkat-tingkat mengikuti kontur atau pola dari lereng gunung, terlihat rapi dan sedap dipandang mata.
Atraksi wisata yang ada di Desa Wisata Pariangan yaitu pacu jawi, Tari Piring Nagari Tuo, Trekking Air Terjun Batang Bangkaweh, berkemah di Puncak Aro, rice fields walk, dan makan basamo di sawah.
4. Desa Wisata Kubu Gadang di Kota Padang Panjang
Desa Wisata Kubu Gadang merupakan sebuah desa wisata yang dirintis sejak tahun 2014 dengan mengangkat kearifan lokal, tradisi dan budaya sebagai konsep daya tarik wisata.
Desa ini dikelola oleh kelompok sadar wisata (POKDARWIS). PORDAKWIS mengidentifikasi potensi desa yang ada menjadikan paket wisata yang terdiri dari kuliner, homestay, atraksi seni, wisata edukasi dan pasar digital.