“Jalur Sawahlunto-Muaro Kalaban ditargetkan dapat dioperasikan kembali pada Januari 2023,” ujarnya.
Didiek menjelaskan, melalui kerja sama ini, masing-masing BUMN akan mendapatkan naming rights dan berbagai benefit komersial lainnya pada stasiun serta kereta yang nantinya akan dioperasikan.
Hal ini merupakan salah satu bentuk bisnis baru KAI melalui lini Non Komersialisasi Aset.
“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Sesmen beserta jajaran Kementerian BUMN, SIG, Pupuk Indonesia, dan Biofarma yang telah mendukung secara penuh penyelenggaraan penandatanganan perjanjian ini,” terangnya.
Diketahui, jalur sepanjang empat kilometer itu akan melayani kereta wisata yang akan ditarik oleh Lokomotif Uap E1060 atau lebih dikenal dengan sebutan Mak Itam.
Pengoperasian jalur ini juga merupakan program dari Pemko Sawahlunto guna mendukung Situs Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto yang ditetapkan sebagai Warisan Dunia Baru UNESCO sejak 6 Juli 2019.
Dikutip dari wikipedia.org, Kereta Api Mak Itam adalah kereta api wisata kelas ekonomi yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia dan Pemko Sawahlunto yang melayani relasi Sawahlunto–Muarakalaban.
Kereta api ini merupakan satu-satunya kereta api uap wisata yang beroperasi di Sumatra. Serta merupakan kereta uap wisata ketiga di Indonesia setelah Ambarawa dan Jaladara.
Frasa mak itam sendiri berasal dari frasa bahasa Minangkabau yang berarti "paman hitam".
Ikon dari kereta api ini adalah lokomotif uap bergigi eks-SSS, E1060, yang dahulunya beroperasi untuk menarik kereta-kereta api batu bara dari Ombilin ke Teluk Bayur. (Rahmadi)