Valentino Simanjuntak mengungkapkan, sikap ini ia tunjukkan sebagai bentuk rasa simpati dan empati kepada korban dan seluruh insan sepakbola tanah air.
Valentino Simanjuntak juga mengatakan bahwa menyaksikan sepakbola sejatinya adalah hiburan dan silaturahmi alat pemersatu bangsa, bukan sebaliknya.
"Bahwa sikap tersebut juga sebagai bentuk rasa simpati dan empati saya kepada para korban serta seluruh insan persepakbolaan nasional,” bebernya.
“Menyaksikan pertandingan sepakbola sejatinya dapat menjadi sarana hiburan, pengaplikasian nilai rivalitas sportif, sekaligus menjadi momen silaturahmi sebagai alat pemersatu bangsa," imbuhnya.
Ia mengajak seluruh insan sepakbola Indonesia untuk mengembalikan tujuan sepakbola melalui rivalitas sportif yang aman dan nyaman.
"Mari sama-sama kita kembalikan tujuan dari sepak bola yaitu pencapaian prestasi melalui rivalitas sportif serta kebanggaan dan hiburan bagi yang menyaksikan dengan aman dan nyaman," terangnya.
Valentino Simanjuntak pun mengharapkan agar kejadian atau peristiwa yang terjadi di Kanjuruhan ini menjadi yang terakhir kalinya di dunia persepakbolaan Indonesia.
Kemudian ia juga mengharapkan agar kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh stakeholder persepakbolaan Indonesia.
Baca Juga: Bek Persib Jupe Berduka Tragedi Kanjuruhan: Sepakbola itu Hiburan, Bukan Kuburan