Ranah.co.id - Gempa bumi yang mengguncang Maluku Tenggara Barat yang awalnya disebutkan bermagnitudo 7,9 kembali diupdate. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa tersebut magnitudonya 7,5.
Sebelumnya, BMKG juga menuliskan disclaimer, bahwa dalam beberapa menit pertama setelah gempa, parameter dapat berubah.
Catatan BMKG, gempa yang juga disusul dengan adanya Peringatan Dini Tsunami itu berkekuatan 7,5. Terjadi pada kedalaman 130 kilometer.
Rilis BMKG, gempa berada pada 136 kilimeter barat laut Kepulauan Tanimbar atau dulu bernama Maluku Tenggara Barat.
Dilihat dari intensitas kekuatan gempa yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, wilayah Saumlaki V MMI, Dobo dan Tiakur IV MMI, Sorong, Kaimana, Alor, Waingapu, Waijelu, dan Lembata III-IV MMI, Merauke, Nabire, Tanah Merah, Wamena, Bakunase, Kolhua, Rote, Sabu, Ende, Amarasi Selatan, da Kota Kupang II – III MMI, Ambon dan Piru, II MMI.
Sementara itu, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Sebelum kembali ke dalam rumah, warga diminta untuk memastikan kondisi struktur bangunan pascagempa.
"Tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Dampak korban jiwa dapat dipicu bukan karena fenomena gempa tetapi reruntuhan bangunan yang tidak tahan gempa," tulis BNPB melalui siaran resminya, Selasa (10/1/2023).
Selain itu, BNPB juga meminta, agar warga tidak mudah terpancing oleh berita palsu atau hoaks yang biasanya tersebar melalui media sosial. "Pastikan informasi terkini pascagempa dari BMKG, BNPB atau pun BPBD setempat," katanya.
Baca Juga: Belum Pernah Kebobolan di Piala AFF 2022, Inilah Karier Seorang Dang Van Lam