Ranah.co.id - Selain di Kabupaten Tanimbar, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mencatat adanya kerusakan dan korban akibat gempa magnitudo 7,5 pada Selasa (10/1/2023) dini hari di Kabupaten Maluku Barat Daya.
Data dari Pusat Pengendalian Operasi BNPB, tercatat lebih dari 70 rumah yang rusak di Maluku Barat Daya.
Sementara, data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Barat Daya, rumah yang rusak mencapai 73 unit, 29 unit di antaranya rusak berat.
Lalu, 44 unit rusak ringan, juga termasuk ada dua sekolah dan satu gereja yang rusak ringan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abudl Muhari mengatakan, akibat gempa tersebut, juga ada lima warga yang menaglami luka-luka.
"Data yang kita terima, juga ada warga yang mengungsi, Wilayah terdampak di Maluku Barat Daya itu tersebar di Kecamatan Dawelor Dawera, Leti dan Damer," ujar Abdul dikutip dari keterangan resminya, Rabu (11/1/2023).
Pascagempa, kata Abdul, BPBD Provinsi Maluku telah mengerahkan personel dan bantuan logsitik, antara lain petugas pusdalops, tenaga medis serta bantuan obat-obatan. "Dukungan ini diperuntukkan untuk penanganan darurat di Kabupaten Tanimbar dan Maluku Barat Daya," ungkapnya.
Sementara itu, intensitas gempa yang besar juga mengakibatkan jalur penghubung Oinlasi-Niki Niki di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur putus total.
Menyikapi situasi darurat pascagempa, Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto juga akan bertolak ke Maluku, Kamis (12/1/2023) dini hari.
Baca Juga: AJI Tuntut Presiden Jokowi Mencabut Perppu Cipta Kerja
Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat langsung dampak gempa dan memastikan penanganan darurat berjalan dengan efektif.