Ranah.co.id - Pembangunan Jalan Tol Samarinda-Bontang (Sambo) yang sempat masuk di Proyek Startegis Nasional (PSN) dan telah dicoret (dikeluarkan dari daftar PSN) dipastikan tetap dilanjutkan.
Kepala Dinas PUPR Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda mengatakan, alasan proyek Jalan Tol Sambo dikeluarkan dari PSN karena realisasinya tak bisa dilakukan tahun 2024.
Ditambah, kata Aji, proyek PSN memang sengaja dirancang untuk selesai hingga masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Jika Presiden Indonesia yang baru menjabat, lanjut Aji, ada kemungkinan kalau rencana pembangunan jalan tol di sejumlah wilayah bisa saja berubah.
"Walaupun sekarang statusnya tidak masuk PSN, Kementerian PUPR justru bakal terus melakukan studi lebih lanjutan terkait proyek tersebut," ujar Aji dikutip dari suara.com, Minggu (12/2/2023).
Informasi terakhir, Kementerian PUPR juga masih melakukan penyesuaian untuk perencanaan pengadaan tanah (PPT). Soalnya, ada kemungkinan nantinya desain jalan tol ini mengalami perubahan karena beberapa alasan.
"Seperti keberadaan sumur Pertamina di Marangkayu, hingga kondisi tanahnya yang kurang memungkinkan. Jadi, mereka review dan studi kelayakan lagi, informasinya (desain jalan tolnya) agak bergeser," ungkap Aji.
Dijelaskan Aji, proyek Jalan Tol Sambo bakal masih masuk dalam rencana umum tahun 2025. Hanya saja, untuk proses pembebasan lahan hingga pengerjaan konstruksinya belum ditentukan targetnya hingga saat ini.
"Jadi masuk rencana umum jalan tol di Kementerian PUPR pada 2025 mendatang," katanya.
Baca Juga: Takut Dibully, Cinta Akui Rahasiakan Identitas Ayahnya yang Ternyata Vicky Prasetyo