Dokter Jiwa hingga Puluhan Ton Obat Disiapkan Demi Jaga Kesehatan Jemaah Haji 2024

Senin, 13 Mei 2024 | 12:56 WIB
Dokter Jiwa hingga Puluhan Ton Obat Disiapkan Demi Jaga Kesehatan Jemaah Haji 2024
Total sebanyak 388 jemaah haji Indonesia sudah tiba di Arab Saudi. Untuk pemberangkatan pertama haji Indonesia ini berasal dari empat daerah.

Suara.com - Kesehatan jemaah haji 2024 menjadi prioritas penting. Demi menjaga kesehatan para jemaah, Klinik Kesehatan Haji Indonesia telah menyiapkan 62 ton obat-obatan yang didatangkan langsung dari Indonesia.

Tak hanya itu, Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah ini juga menempatkan 36 orang perawat, dan 26 dokter. Termasuk dokter spesial paru, jantung, anastesi, dokter umum, dan dokter jiwa.

Kasi KKHI, Muhammad Firdaus mengemukakan bahwa pengadan obat tersebut berdasarkan pola penyakit yang kerap dikeluhkan oleh jemaah berdasarkan pengalaman serta data pada tahun sebelum-sebelumnya.

Baca juga:

Setidaknya, ada empat jenis penyakit yang jamak diderita jemaah haji asal Indonesia yang termasuk komorbid, yakni hipertensi, gula, kolesterol, atau jantung.

"Kebutuhan obat ada yang vital. Obat ini kami tambah 20 persen jumlahnya. Vitamin ditambah 20 persen," katanya.

Selain obat-obatan dan tenaga kesehatan, KKHI juga menyediakan fasilitas ruang pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) yang dilengkapi 10 tempat tidur, ruang High Care Unit (HCU) berkapasitas 8 tempat tidur.

Kemudian juga ruang rawat inap laki-laki dan perempuan, masing-masing berkapasitas 18 tempat tidur. KKHI juga menyediakan ruang khusus psikiatri yang memiliki delapan tempat tidur.

Baca juga:

Baca Juga: 7.206 Jemaah Haji Gelombang Pertama Tiba Di Madinah, Suasana Haru Dan Gembira Tak Terbendung

Khusus layanan psikiatri, Firdaus mengatakan keberadaan hal tersebut untuk langkah antisipasi khusus jemaah yang alami gangguan mental saat berada di Arab Saudi.

Ia mengemukakan, mereka biasanya sudah memiliki gejala di tanah air dan muncul di tengah kesibukan menjalankan ibadah.

"Makanya ada dokter jiwa juga," katanya.

Sementara itu, Kepala KKHI Madinah Karmijono mengatakan bahwa jemaah yang dirawat di HCU, umumnya mengalami stroke, shock hipokolemik, dan shock kardiogenik.

Lantaran tempatnya terbatas, KKHI hanya memberikan layanan maksimal 3x24 jam.

Apabila berdasarkan pengamatan pasien bersangkutan membutuhkan perawatan lebih intensif maka akan dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI