Dasarnya adalah hadis nabawi berikut ini :
نَهَى عَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ إِلاَّ مَوْضِعَ إِصْبَعَيْنِ أَوْ ثَلاَثٍ أَوْ أَرْبَعٍ
Rasulullah SAW melarang memakai sutera kecuali pada bagian kecil seukuran dua, tiga atau empat jari (HR. Muslim)
Hadis ini juga menjadi dasar kebolehan sutera bila untuk bagian tambahan yang terpisah dari pakaian. Istilahnya adalah ‘alam. Bahkan Ibnu Hubaib membolehkan sutera pada ‘alam ini meski ukurannya besar.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengatakan diperbolehkan memakai sutera dengan ukuran sepanjangnya sekitar empat jari atau kain sutera campuran dimana campurannya lebih banyak daripada kain suteranya.
Menurutnya, hal itu dibolehkan berdasarkan keterangan yang tertera di dalam As-Sunnah yang berkenaan dengan masalah tersebut.