Menyingkap Tabir: Alasan Nabi Muhammad Salat di Masjidil Aqsa Saat Isra Miraj

M. Reza Sulaiman

Selasa, 21 Januari 2025 | 14:28 WIB
Menyingkap Tabir: Alasan Nabi Muhammad Salat di Masjidil Aqsa Saat Isra Miraj
Ilustrasi Masjidil Aqsa (Freepik)

Suara.com - Dalam peristiwa Isra Miraj disebutkan ada dua masjid yang dikunjungi Nabi Muhammad SAW, yakni Masjidil Haram di Makkah dan Masjidil Aqsa di Palestina sebelum naik melalui Sidratul Muntaha untuk berjumpa para nabi. Lantas, kenapa Isra Miraj harus ke Masjidil Aqsa?

Kisah Isra Miraj tidak pernah membosankan untuk ditulis ulang. Perjalanan suci Nabi Muhammad SAW di tahun ke 10 kenabian ini memiliki kisah Ajaib.

Saat menjalankan perintah Allah Swt, yaitu menuju Masjidil Aqsa dari Masjidil Haram, Nabi Muhammad SAW tidak menanyakan alasannya. Ia menjalankannya dengan kepercayaan dan keyakinan penuh kepada Allah Swt.

Setelah perjalanan tersebut dicatat dalam sejarah Islam, para sejarawan, ilmuwan, dan ulama Islam mulai mencari arti kenapa Isra Miraj ke Masjidil Aqsa. Berikut ringkasan yang dapat menjelaskan kurang lebih kenapa Nabi Muhammad SAW harus ke Masjidil Aqsa Ketika Isra Miraj.

  1. Masjidil Aqsa adalah kiblat pertama umat Islam sebelum ka'bah dibangun.
  2. Masjidil Aqsa berada di Palestina, di tanah ini Allah Swt menyelamatkan Nabi Ibrahim dan Nabi Luth dari ancaman. Hal itu tertera dalam Surah Al Anbiya ayat 71, yang artinya, "Dan kami selamatkan dia (Ibrahim) dan Luth ke sebuah negeri yang telah kami berkahi untuk seluruh alam."
  3. Masjidil Aqsa menjadi saksi perjuangan dan simbol menegakkan kebenaran serta pembebasan dari kezaliman.
  4. Di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW berjumpa dengan para nabi dan rasul terdahulu. Di sini, Nabi Muhammad SAW memimpin para nabi dan rasul terdahulu melaksanakan shalat. Ini menjadi petunjuk penting bahwasanya Nabi Muhammad SAW adalah juga pemimpin para nabi dan rasul.
  5. Pakar Ilmu Al Quran dan pengasuh pesantren Dar Al Quran, Arjawinangun Cirebon, KH. Ahsin Sakho Muhammad menjelaskan bahwa Masjidil Aqsa dibangun oleh Nabi Adam setelah membangun Masjidil Haram dengan Jarak pembangunan sekitar 40 tahun.
  6. Syeikh An Nawawi Al Bantani dalam Kitab Marah Labid menjelaskan Rasulullah harus ke Masjidil Aqsa sebagai tempat singgah di malam Isra Miraj salah satu alasannya agar Buraq dapat terbang ke langit secara lurus. Itu karena Masjidil Aqsa berada di posisi tegak lurus dengan pintu langit.

Isra Miraj dan Time Travel: Perspektif Sains Modern dan Spiritual

Peristiwa Isra Miraj, perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan naik ke Sidratul Muntaha, memiliki kaitan menarik dengan konsep time travel dalam fisika modern.

Teori relativitas Einstein menunjukkan bahwa waktu bersifat relatif dan dapat dipengaruhi oleh:

  • Gravitasi
  • Kecepatan mendekati cahaya
  • Dimensi ruang-waktu yang berbeda

Fenomena dilatasi waktu dalam teori relativitas menjelaskan bagaimana objek yang bergerak dengan kecepatan tinggi dapat mengalami waktu yang berbeda dibandingkan objek diam. Hal ini relevan dengan perjalanan Isra Miraj yang terjadi dalam waktu sangat singkat menurut waktu bumi.

Penelitian dari ResearchGate tentang "Study of Relativity Theory of Einstein: The Story of Ashabul Kahf and Isra' Mi'raj" mengonfirmasi bahwa perjalanan Isra Miraj dapat dianalisis sebagai fenomena relativitas waktu. Peristiwa ini menunjukkan bahwa:

baca juga
  • Dimensi ruang dan waktu tidak bersifat absolut
  • Manusia dapat mengakses dimensi di luar jangkauan normal dalam kondisi tertentu
  • Pemahaman waktu duniawi mungkin tidak cukup untuk menjelaskan pengalaman spiritual

Meski time travel masih dianggap konsep fiksi ilmiah, peristiwa Isra Miraj memberikan wawasan baru tentang:

  • Kemungkinan perjalanan melintasi dimensi waktu
  • Hubungan antara dimensi fisik dan spiritual
  • Kompleksitas alam semesta dalam konteks sains dan agama

Peristiwa Isra Miraj tidak hanya menjadi bukti kekuasaan Allah SWT bagi umat Islam, tetapi juga membuka diskusi ilmiah tentang sifat dasar ruang, waktu, dan dimensi yang belum sepenuhnya dipahami oleh sains modern.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Tradisi Unik Isra Miraj di Indonesia

5 Tradisi Unik Isra Miraj di Indonesia

Lifestyle | Selasa, 21 Januari 2025 | 11:12 WIB

Dekatkan Diri pada Allah: Amalan Isra Miraj 2025 yang Mustajab

Dekatkan Diri pada Allah: Amalan Isra Miraj 2025 yang Mustajab

Religi | Selasa, 21 Januari 2025 | 08:14 WIB

Donald Trump: Saya Ingin Dikenang Sebagai Pembawa Perdamaian, Bukan Pejuang Perang

Donald Trump: Saya Ingin Dikenang Sebagai Pembawa Perdamaian, Bukan Pejuang Perang

News | Selasa, 21 Januari 2025 | 07:58 WIB

Terkini

Belanja Perlengkapan Rumah Tangga Hemat Banget, Diskon Rp40.000 Pakai QRIS BRImo!

Belanja Perlengkapan Rumah Tangga Hemat Banget, Diskon Rp40.000 Pakai QRIS BRImo!

Bri | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:06 WIB

Kepergok Ngomong Sendiri saat Berimajinasi, Pernah Mengalaminya Juga?

Kepergok Ngomong Sendiri saat Berimajinasi, Pernah Mengalaminya Juga?

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:06 WIB

Komnas HAM Usul Pembentukan Badan Khusus Pemulihan Korban Pelanggaran HAM Berat

Komnas HAM Usul Pembentukan Badan Khusus Pemulihan Korban Pelanggaran HAM Berat

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:04 WIB

Ulasan Buku Sindrom Penolong, Belajar Berkata Tidak Tanpa Rasa Bersalah

Ulasan Buku Sindrom Penolong, Belajar Berkata Tidak Tanpa Rasa Bersalah

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Polisi Malaysia Kirim Tim Investigasi Kejar Jaringan Narkoba Pilot KLIA di Jakarta

Polisi Malaysia Kirim Tim Investigasi Kejar Jaringan Narkoba Pilot KLIA di Jakarta

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:59 WIB

Jelang Muktamar PBNU, NU Sumsel Titip Pesan kepada Gus Rozin: Perkuat Ranting dan Pesantren

Jelang Muktamar PBNU, NU Sumsel Titip Pesan kepada Gus Rozin: Perkuat Ranting dan Pesantren

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:54 WIB

Gokil dan Kreatif! 20 Inspirasi Lomba 17 Agustus Kekinian Dijamin Seru Abis!

Gokil dan Kreatif! 20 Inspirasi Lomba 17 Agustus Kekinian Dijamin Seru Abis!

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:51 WIB

Tim 9 Bakal Periksa Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Hari Ini di Rutan KPK

Tim 9 Bakal Periksa Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Hari Ini di Rutan KPK

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:51 WIB

Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Isu Bunga Fed Buat Dolar AS Makin Perkasa

Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Isu Bunga Fed Buat Dolar AS Makin Perkasa

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:50 WIB

KKI Sebut Hinaan Nakes ke Pasien di Medsos Belum Tentu Bullying

KKI Sebut Hinaan Nakes ke Pasien di Medsos Belum Tentu Bullying

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:44 WIB

×