Kawal Haji 2025, Itjen Kemenag Fokus Pengawasan Risiko Penyelenggaraan Haji

Chandra Iswinarno

Kamis, 13 Maret 2025 | 05:59 WIB
Kawal Haji 2025, Itjen Kemenag Fokus Pengawasan Risiko Penyelenggaraan Haji
Irjen Kemenag Faisal Ali Hasyim saat agenda Buka Puasa Bersama dan Ngobrol Penuh Inspirasi di Kantor Itjen Kemenag, Cipete, Jakarta Selatan pada Rabu (11/3/2025) sore. [Dok. Itjen Kemenag]

Suara.com - Plt Inspektur Jenderal Kementerian Agama (Irjen Kemenag) Faisal Ali Hasyim menegaskan kesiapan Kemenag dalam mengawal penyelenggaraan ibadah haji tahun 1446H/2025M.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara 'Media Gathering bertajuk Buka Puasa Bersama dan Ngobrol Penuh Inspirasi bersama insan pewarta di Kantor Itjen Kemenag, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2025) sore.

Faisal menyatakan, penyelenggaraan haji merupakan 'gawe akbar' Pemerintah Indonesia, khususnya Kemenag.

"Kesuksesan penyelenggaraan haji juga bagian dari target Program Asta Prioritas Kemenag 2025-2029. Karena itu, penyelenggaraannya harus dipastikan berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi para jemaah," ujarnya.

Faisal menjelaskan, Kemenag telah melakukan pendampingan intensif terhadap penyediaan layanan haji di Arab Saudi, mulai dari katering, akomodasi, transportasi, hingga Armuzna.

"Pengawasan kami berfokus pada risiko yang mengancam kegagalan penyelenggaraan ibadah haji. Pada tahun ini, kami fokus mengawal layanan mulai dari pengisian kuota, reviu penggabungan mahram, hingga pendampingan lansia dan disabilitas," katanya.

Tak hanya di luar negeri, pengawasan juga dilakukan sejak proses di dalam negeri. Misalnya, penyediaan fasilitas dan layanan di asrama haji embarkasi.

"Layanan di dalam negeri, seperti di asrama haji embarkasi, sangat menentukan kepuasan jemaah. Itu adalah pintu masuk sebelum jemaah menerima layanan di Arab Saudi. Jadi, kami akan mendorong agar jemaah mendapatkan layanan terbaik," lanjut Faisal.

Legacy Terakhir Kemenag

baca juga

Faisal menegaskan, penyelenggaraan haji 2025 menjadi momentum penting karena akan menjadi 'haji wadha' bagi Kemenag untuk kemudian dilanjutkan oleh Badan Penyelenggaraan Haji.

"Haji 2025 kemungkinan menjadi haji terakhir yang dikelola Kemenag. Karenanya, haji tahun ini harus jadi legacy dengan memberikan layanan terbaik untuk jemaah haji Indonesia," ujarnya, mengutip pernyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat peluncuran Asta Protas Kemenag Berdampak di Jakarta, Kamis (6/3/2025) lalu.

Sebagai bagian dari legacy, Kemenag juga fokus pada transparansi dan akuntabilitas.

Pendampingan dilakukan dalam berbagai aspek, termasuk negosiasi biaya penerbangan, pengadaan gelang, hingga asuransi untuk jemaah.

"Kami ingin memastikan setiap proses berjalan sesuai prosedur dan memberikan manfaat maksimal bagi jemaah," tambah Faisal.

Plt Irjen Kemenag Faisal Ali Hasyim. [Dok Itjen Kemenag]
Plt Irjen Kemenag Faisal Ali Hasyim. [Dok Itjen Kemenag]

Menjelang haji 2025, Kemenag telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah peningkatan kualitas layanan di asrama haji embarkasi.

"Kami akan memastikan fasilitas di asrama haji embarkasi memadai dan nyaman. Ini penting karena menjadi kesan pertama bagi jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci," kata Faisal.

Selain itu, Kemenag juga melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Arab Saudi untuk memastikan kesiapan layanan di sana.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, terutama terkait akomodasi, transportasi, dan layanan kesehatan. Ini untuk memastikan jemaah mendapatkan pelayanan terbaik," jelasnya.

Meski telah melakukan berbagai persiapan, Faisal mengakui masih ada tantangan yang harus dihadapi.

Salah satunya adalah peningkatan jumlah jemaah haji setiap tahunnya.

"Kami harus memastikan bahwa setiap jemaah mendapatkan layanan yang sama baiknya, meski jumlahnya terus bertambah," ujarnya.

Namun, Faisal optimistis bahwa penyelenggaran haji tahun 2025 akan berjalan sukses dan akan menjadi legacy terbaik Kemenag.

"Dengan kerja keras dan kolaborasi semua pihak, kami yakin haji 2025 akan menjadi haji yang berkesan dan memberikan legacy terbaik bagi Kemenag," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menag Nasaruddin Umar Sebut Perkara Mudah Buat Indonesia Tambah Kuota Haji, Tapi Ini Tantangannya

Menag Nasaruddin Umar Sebut Perkara Mudah Buat Indonesia Tambah Kuota Haji, Tapi Ini Tantangannya

News | Rabu, 12 Maret 2025 | 21:25 WIB

Menjajal Sensasi Haji dan Umrah Langsung dari Mekah dengan Virtual Reality

Menjajal Sensasi Haji dan Umrah Langsung dari Mekah dengan Virtual Reality

Foto | Senin, 10 Maret 2025 | 20:31 WIB

Lapor ke DPR, Menag Sampaikan Lagi Lobi Pemerintah Arab Saudi Agar Tak Ada Batasan Umur Jemaah Haji Indonesia

Lapor ke DPR, Menag Sampaikan Lagi Lobi Pemerintah Arab Saudi Agar Tak Ada Batasan Umur Jemaah Haji Indonesia

News | Selasa, 04 Maret 2025 | 19:28 WIB

Terkini

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

×