Selebtek.suara.com - Meninggal dunia memang menjadi suatu yang tak bisa dihindari. Ia bisa hadir kapanpun dan dimanapun. Termasuk saat seseorang melaksanakan ibadah haji.
Namun, ada satu pertanyaan yang kerap muncul ketika jamaah haji meninggal saat proses ibadah berlangsung. Kenapa jenazahnya tak boleh dibawa pulang ke Tanah Air?
Sebenarnya, alasan dilarangnya jenazah dipulangkan ke Tanah Air karena kehawatiran pemerintah Arab Saudi soal waktu dan jarak tempuh. Karena jika seseorang tak segera dimakamkan setelah meninggal, dikhawatirkan bisa merusak kondisi jenazah.
Selain kondisi jenazah, biaya yang dikeluarkan untuk membawa jenazah tidah murah karena harus menggunakan pesawat dan mengurus beberapa berkas.
Prosedur pengurusan jenazah haji yang meninggal telah dijamin melalui Peraturan Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2018 pasal 17 ayat (e) bahwa penyelenggara ibadah haji memberikan pelayanan kesehatan dan juga pengurusan jamaah yang meninggal dunia.
Pada penyelenggaraan haji tahun ini, ada beberapa jemaah haji tanah air yang meninggal dunia di Arab Saudi. Salah satunya atas nama Suharti Rahmat Ali bin Haji Rahmat (64) asal embarkasi Jakarta - Pondok Gede (JKG 1).
Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama Ahmad Abdullah, Suharti meninggal dunia usai mendapat perawatan di poliklinik Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi. Suharti sempat merasakan sakit setelah melewati proses imigrasi dan pemindaian barang bawaan. Beberapa saat kemudian, Suharti dikabarkan meninggal dunia.
Sementara itu jemaah haji yang meninggal dunia bernama Muslim (52) asal kloter 1 Embarkasi Aceh (BTJ 1) serta Ketua Regu dari Kabupaten Pidi Jaya meninggal 15 menit sebelum pesawat mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi.
Berdasarkan keterangan dari Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, dr Enny Nuryanti menyatakan bahwa kondisi Muslim saat di embarkasi dan pesawat masih stabil. Namun satu jam sebelum pesawat mendarat, Muslim mengeluh pusing, muntah dan mengalami nyeri pada ulu hati. Pihak dokter menyatakan penyebab wafatnya Muslim karena serangan jantung atau Acute Coronary Syndrome.
Hingga kini tercatat ada empat jamaah haji asal Indonesia yang wafat di Arab Saudi antara lain: Muslim (BTJ 1), Bangun Lubis Wahid (PDG 4), Suharti Rahmat Ali bin Haji Rahmat (JKG 1) dan Bawuk Karso Samirun (SUB 4).