Mikroba Bawah Tanah Ditemukan Mampu Atasi Krisis Iklim, Bagaimana Caranya?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 02 Juni 2026 | 13:55 WIB
Mikroba Bawah Tanah Ditemukan Mampu Atasi Krisis Iklim, Bagaimana Caranya?
Potret Sekelompok Peneliti yang Sedang Melakukan Penelitian di Gua Bawah Tanah (Pexels/Natasha Suhendra)

Suara.com - Emisi karbon dioksida (CO2) di Indonesia masih menjadi tantangan besar di tengah upaya menekan dampak krisis iklim. Sektor energi, industri, dan penggunaan batu bara untuk pembangkit listrik masih menjadi sumber utama emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap pemanasan global.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan sektor energi menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Sementara itu, Indonesia Environment & Energy Center (IEC) mencatat Indonesia menyumbang sekitar 2,3 persen emisi karbon global pada 2022.

Di tengah kebutuhan mendesak untuk menurunkan emisi, sebuah penelitian terbaru dari Amerika Serikat menawarkan pendekatan yang tidak biasa.

Para ilmuwan di Sanford Underground Research Facility (SURF), South Dakota, menemukan mikroba bawah tanah yang mampu mengonsumsi karbon dioksida dan mengubahnya menjadi mineral padat yang tersimpan di bawah permukaan bumi.

Temuan tersebut membuka peluang baru dalam pengembangan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage), yang selama ini dinilai mahal dan membutuhkan infrastruktur besar.

Salah satu peneliti, Tanil Govil, mengatakan mikroba yang ditemukan menunjukkan bahwa proses biologis dapat dimanfaatkan untuk membantu mengurangi emisi dari sektor industri.

“Mikroba yang kami temukan di SURF membantu membuktikan bahwa reaksi biokimia ini dapat digunakan untuk menghilangkan karbon dari emisi pembangkit listrik secara efisien,” kata Govil.

Berbeda dengan metode penyimpanan karbon konvensional, mikroba tersebut membantu mempercepat proses perubahan karbon menjadi mineral padat sehingga karbon dapat tersimpan lebih stabil dan tidak mudah kembali terlepas ke atmosfer.

Untuk memastikan teknologi tersebut dapat diterapkan di dunia nyata, tim peneliti menggunakan sampel emisi industri dan limbah abu batu bara dalam berbagai pengujian laboratorium.

“Eksperimen laboratorium yang telah kami lakukan didasarkan pada beberapa sampel emisi yang disediakan oleh industri lokal. Kami mengambil gas buang, dan bahkan abu batu bara sisa, untuk diuji di laboratorium dan memvalidasi bahwa teknologi ini akan mampu bekerja di lingkungan industri skala besar,” ujar Govil.

Selain itu, tim peneliti juga mengembangkan alat penyaring bergerak yang mampu menangkap hampir satu ton karbon dioksida per hari. Teknologi tersebut dirancang untuk menguji efektivitas metode penangkapan karbon langsung di lokasi industri.

Temuan ini dinilai relevan bagi Indonesia yang masih menghadapi tantangan besar dalam menurunkan emisi dari sektor energi dan industri. Indonesia juga memiliki berbagai kawasan geologi yang berpotensi mendukung penelitian maupun pengembangan teknologi penyimpanan karbon, mulai dari wilayah bekas tambang hingga kawasan panas bumi.

Meski masih berada pada tahap pengembangan, penelitian ini menunjukkan bahwa solusi iklim tidak selalu datang dari teknologi berskala besar. Proses alami yang dilakukan mikroorganisme di bawah permukaan bumi dapat menjadi inspirasi bagi inovasi rendah emisi di masa depan.

Di tengah target Indonesia mencapai net zero emission pada 2060, berbagai inovasi seperti ini menjadi pengingat bahwa upaya mengurangi emisi membutuhkan kombinasi teknologi, riset, dan pemanfaatan proses alam yang selama ini belum banyak dimanfaatkan.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?

Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:35 WIB

Bencana Bukan Sekadar Takdir: Bagaimana Pemuka Agama Lintas Iman Menafsir Ulang 'Dosa Ekologis'?

Bencana Bukan Sekadar Takdir: Bagaimana Pemuka Agama Lintas Iman Menafsir Ulang 'Dosa Ekologis'?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 12:09 WIB

Terkini

122 Prodi di Kampus Negeri dan Swasta Ditutup Sepanjang 2026, Menteri Brian Ungkap Alasannya

122 Prodi di Kampus Negeri dan Swasta Ditutup Sepanjang 2026, Menteri Brian Ungkap Alasannya

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:53 WIB

Pemerintah Anugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Kepada Enam Tokoh

Pemerintah Anugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Kepada Enam Tokoh

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:51 WIB

Habiburokhman: Tak Perlu Ada Perlakuan Khusus untuk Dino Patti Djalal

Habiburokhman: Tak Perlu Ada Perlakuan Khusus untuk Dino Patti Djalal

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:47 WIB

Takut Negosiasi Iran Gagal, Trump Tegur Netanyahu: Tanpa Saya Kau Sudah Masuk Penjara!

Takut Negosiasi Iran Gagal, Trump Tegur Netanyahu: Tanpa Saya Kau Sudah Masuk Penjara!

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:47 WIB

Negosiasi Iran Terancam, Donald Trump Gunakan Kata Kasar Tegur Rencana Militer Netanyahu ke Lebanon

Negosiasi Iran Terancam, Donald Trump Gunakan Kata Kasar Tegur Rencana Militer Netanyahu ke Lebanon

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:43 WIB

Kebakaran Kemayoran Hanguskan 304 Bangunan, Rano Karno: Listrik Harus Dijaga!

Kebakaran Kemayoran Hanguskan 304 Bangunan, Rano Karno: Listrik Harus Dijaga!

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:38 WIB

Nadiem Tuding Kasus Chromebook Bermula dari Dendam Birokrasi: Banyak yang Periuk Nasinya Terganggu

Nadiem Tuding Kasus Chromebook Bermula dari Dendam Birokrasi: Banyak yang Periuk Nasinya Terganggu

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:37 WIB

Habiburokhman Sentil Dino Patti Djalal: Jangan Sok Paling Tahu Diplomasi

Habiburokhman Sentil Dino Patti Djalal: Jangan Sok Paling Tahu Diplomasi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:35 WIB

Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?

Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:14 WIB

BRIN Minta Maaf atas Kesalahan Desain Lambang Garuda di Konten Hari Lahir Pancasila

BRIN Minta Maaf atas Kesalahan Desain Lambang Garuda di Konten Hari Lahir Pancasila

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:10 WIB