- Kelenjar leher bengkak - 15%
- Sakit mata - 14%
- Bau yang berubah- 13%
- Nyeri dada, sesak napas- 13%
- Demam - 13%
- Menggigil - 12%
- Sesak napas - 11%
- Sakit telinga - 11%
- Hilangnya penciuman - 10%
Gejala-gejala di atas juga dilaporkan para peneliti lain. Studi React-1 itu setiap bulan mengirim 150.000 tes secara acak untuk melakukan tes mandiri di rumah.
Temuan itu menunjukkan gejala yang dialami orang berubah seiring dengan munculnya varian baru. Para ilmuwan mengatakan perubahan itu menunjukkan mutasi virus.
Sejumlah varian Covid muncul sejak pertama kali virus corona ditemukan di Wuhan, China. Yang terbaru adalah Omicron.
Para peneliti React-1 dari Imperial Colleage London mengatakan hilangnya penciuman dan rasa sekarang lebih jarang terjadi dengan adanya varian baru. Semakin banyak orang yang melaporkan gejala seperti batuk pilek.
Para ilmuwan meneliti Omicron yang pertama kali menyebar pada Maret 2022, yang dikenal dengan BA.1 dan BA.2.
Sejak itu, dua subvarian baru Omicron yang disebut BA.4 dan BA.5 mendominasi dan menyebabkan infeksi lebih banyak lagi.