Gila! Kasus Ferdy Sambo Seret 63 Personel Polisi, 35 Diduga Langgar Etik

Selebtek

Selasa, 16 Agustus 2022 | 20:14 WIB
Gila! Kasus Ferdy Sambo Seret 63 Personel Polisi, 35 Diduga Langgar Etik
Irjen Ferdy Sambo dan ajudan (FB/Roslin Emika)

Selebtek.suara.com - Terbongkarnya kebohongan skenario yang disusun Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir J menyeret puluhan anggota kepolisian untuk diperiksa.

Sebelumnya, Kapolri menonaktifkan sejumlah 16 polisi terkait penyelidikan kasus penembakan Brigadir J, di rumah dinas Kadiv Propam yang kala itu dijabat Irjen Pol Ferdy Sambo.

Jumlah tersebut berubah menjadi 31 orang anggota Polisi yang dinonaktifkan, tak lama setelah Kapolri mengumumkan Irjen Pol Ferdy Sambo, sebagai dalang dibalik penembakan dan pembunuhan berencana Brigadir J.

Jumlah tersebut bertambah, Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mencatat terdapat total sementara 35 anggota Polri yang diduga tidak profesional mengusut kasus pembunuhan Brigadir J.

"Iya betul, informasi dari Irsus demikian (35 melanggar kode etik)," ujar Dedi saat dikonfirmasi wartawan, Senin (15/8/2022).

Dedi menjelaskan jumlah tersebut usai penambahan lima penyidik Polda Metro Jaya yang dianggap melanggar. Sehingga, lanjut Dedi, puluhan anggota tersebut diduga kuat ikut andil dalam menghilangkan bukti CCTV.

Dia menambahkan sedangkan untuk yang berstatus terperiksa jumlahnya mencapai 63 anggota. Mereka diduga terlibat di rangkaian pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

"Total sementara terperiksa 63 orang," kata Dedi. Menurut Dedi, dalam kasus ini 16 anggota Polri ditempatkan di tempat khusus. 10 di antaranya di Provos dan sisanya di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Banyak Perwira Polisi yang Sakit Hati Dibohongi Ferdy Sambo

baca juga

Mantan komisioner Kompolnas, yang juga  jurnalis senior, Karni Ilyas sempat menceritakan bahwa beberapa dari polisi yang dinonaktifkan merasa tertipu oleh skenario yang dibuat Ferdy Sambo.

“Saya mendengar dari 31 Polisi yang sekarang terkena masalah ini, yang perwira menengah sampai ada juga yang jenderal, itu mereka merasa dibohongi oleh Jenderal Sambo. Bahkan ada yang WA ke saya mengatakan bahwa dia galau, marah, sakit hati, karena dia itu percaya tapi ternyata dibohongi,” kata Karni Ilyas saat memandu acara ILC belum lama ini.

Keterangan Karni Ilyas dikuatkan oleh Menkopolhukam, Mahfud MD yang membeberkan fakta bahwa memang Ferdy Sambo melakukan pengkondisian psikologis untuk mendukung kebohongannya.

“Memang karena dibohongi itu kan karena ada skenario drama melankolis,” kata Mahfud MD, dikutip Selebtek dari kanal YouTube Indonesia Lawyers Club.

Mahfud MD pun menduga bahwa apa yang dilakukan Ferdy Sambo adalah untuk menciptakan situasi psikologis yang mendukung skenario bohongnya.

“Sehingga diciptakan pra kondisi seakan-akan percaya kondisional itu, nangis dia, saya tanya ke wakil Kompolnas, ya memang begitu, lalu memanggil orang-orang lain lagi ada sekitar 5 orang lain lagi, dia menangis dengan cara yang sama, sehingga orang percaya,” kata Mahfud MD.

Mahfud juga menyebut kalau Ferdy Sambo mengatakan hal yang sama dan menangis dengan cara yang sama kepada orang-orang yang ditemuinya.

“Saya sudah cek ke orang-orang yang dipanggil ini, ya kalimatnya sama cuma mondar-mandir di meja ‘saya sudah dizalimi, istri saya dilecehkan, kalo ada saya disitu sudah saya tembak sampai mati lebih parah,” kata Mahfud MD menirukan ucapan kalimat Irjen Ferdy Sambo.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fakta Baru Kasus Pembunuhan Brigadir J Terungkap: Ferdy Sambo Diduga Menembak 2 Kali hingga Bisnis Judi Online 303

Fakta Baru Kasus Pembunuhan Brigadir J Terungkap: Ferdy Sambo Diduga Menembak 2 Kali hingga Bisnis Judi Online 303

Selebtek | Selasa, 16 Agustus 2022 | 19:38 WIB

Timsus Polri Diminta Hati-hati Tetapkan Tersangka Baru Kasus Pembunuhan Brigadir J, Kenapa?

Timsus Polri Diminta Hati-hati Tetapkan Tersangka Baru Kasus Pembunuhan Brigadir J, Kenapa?

Bekaci | Selasa, 16 Agustus 2022 | 20:08 WIB

Akan Cecar Kapolri Soal Skenario Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J, Puan Berikan Lampu Hijau kepada Komisi III

Akan Cecar Kapolri Soal Skenario Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J, Puan Berikan Lampu Hijau kepada Komisi III

Depok | Selasa, 16 Agustus 2022 | 19:46 WIB

Waduh! Perwira Tinggi Polri Ini Minta Kamaruddin Simanjuntak Tidak Banyak Ngoceh

Waduh! Perwira Tinggi Polri Ini Minta Kamaruddin Simanjuntak Tidak Banyak Ngoceh

Blitz | Selasa, 16 Agustus 2022 | 19:26 WIB

Terkini

Neymar Kembali Dicoret dari Skuad Brasil untuk Hadapi Haiti di Piala Dunia 2026

Neymar Kembali Dicoret dari Skuad Brasil untuk Hadapi Haiti di Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:54 WIB

Setir Mobil Terasa Berat dan Bunyi Ini Gejala Rack Steer Bermasalah

Setir Mobil Terasa Berat dan Bunyi Ini Gejala Rack Steer Bermasalah

Otomotif | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:52 WIB

Dukung Penangkapan Eks Kepala BGN, Tani Merdeka: Program Prabowo Bagus, Oknumnya yang Main!

Dukung Penangkapan Eks Kepala BGN, Tani Merdeka: Program Prabowo Bagus, Oknumnya yang Main!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:50 WIB

Polri hingga KPK Ajukan Tambahan Anggaran, Legislator PKB Minta Kinerja Berdampak Nyata

Polri hingga KPK Ajukan Tambahan Anggaran, Legislator PKB Minta Kinerja Berdampak Nyata

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:48 WIB

Sebuah Ironi: Saat Akses Pendidikan Kalah Cepat dari Program Makan Siang

Sebuah Ironi: Saat Akses Pendidikan Kalah Cepat dari Program Makan Siang

Your Say | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:46 WIB

5 Ciri Motor yang Paling Bikin Maling Kegirangan, Pakar Ungkap Hal Mengejutkan

5 Ciri Motor yang Paling Bikin Maling Kegirangan, Pakar Ungkap Hal Mengejutkan

Otomotif | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:46 WIB

Saham MARK Dilirik Investor, Kapasitas Produksi Terisi Penuh dan Dividen Melimpah

Saham MARK Dilirik Investor, Kapasitas Produksi Terisi Penuh dan Dividen Melimpah

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:46 WIB

Demam Piala Dunia 2026: Filipina Darurat Kecanduan Judi Online

Demam Piala Dunia 2026: Filipina Darurat Kecanduan Judi Online

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:45 WIB

Janji Kampanye dan Realitas Politik: Menakar Jarak Antara Prabowo dan Pascabowo

Janji Kampanye dan Realitas Politik: Menakar Jarak Antara Prabowo dan Pascabowo

Your Say | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:44 WIB

Pesona Kawasaki Ninja 250 FI 'Reborn': 10 Tahun Menghilang, Kini Kembali Bawa Fitur Kekinian

Pesona Kawasaki Ninja 250 FI 'Reborn': 10 Tahun Menghilang, Kini Kembali Bawa Fitur Kekinian

Otomotif | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:42 WIB