"Ada dua luka fatal yang tentunya yaitu di daerah dada dan kepala," ungkap Ade.
Seperti diketahui, pada awal kasus penembakan ini mencuat, keluarga Brigadir J mengungkap sejumlah kejanggalan, salah satunya luka tusuk.
![Rosti Simanjuntak, ibu Brigadir J yang dibunuh Irjen Ferdy Sambo [ANTARA]](https://media.suara.com/suara-partners/selebtek/thumbs/1200x675/2022/08/10/1-rosti-simanjuntak-ibu-brigadir-j-yang-dibunuh-irjen-ferdy-sambo-antara.jpg)
Menurut pengakuan keluarga, di tubuh Brigadir J terdapat sejumlah luka di antaranya luka tusuk yang diduga akibat benda tajam.
Selain itu juga terdapat luka lebam yang diduga akibat benda tumpul serta luka lubang diduga akibat proyektil peluru.
Hal itulah yang membuat pihak keluarga Brigadir J meminta tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk melakukan autopsi ulang terhadap jenazah sang putra.
Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Komarudin Simanjuntak mengatakan, pihak keluarga Brigadir J meragukan hasil autopsi yang sebelumnya telah dilakukan oleh penyidik.
Sementara dari versi polisi, dalam laporan awalnya, Brigadir J disebut melakukan penembakan tujuh kali ke Bharada E, dan kemudian di balas lima tembakan.(*)
Sumber: Suara.com
Baca Juga: Terseret Kasus Brigadir J, Polri Periksa Dua Pejabat Ditreskrimum Polda Metro