Selebtek.suara.com – Nama Bjorka belakangan ini menjadi perbincangan publik. Hal itu lantaran kata tersebut diambil oleh seorang hacker anonim menjadi namanya.
Hacker ini sedang diburu oleh pemerintah Indonesia karena kerap membocorkan data penduduk Indonesia. Ia bahkan pernah membeberkan data pribadi tokoh nasional seperti Puan Maharani, hingga Luhut Binsar Panjaitan.
Meski tidak disebutkan secara pasti, nampaknya, kata Bjorka ini terinspirasi dari nama seorang musisi asal Islandia Bjork Guðmundsdóttir. Hal ini juga karena profil Bjorka adalah penggabungan dari cover musik Bjork dengan Karin Dreijer.
Bjork sendiri terkenal dengan gaya bermusiknya yang mencampurkan berbagai genre musik seperti pop, alternatif, jazz, ambient, electronica, folk, trip hop, dan klasik.
Pemusik kelahiran 21 November 1965 sudah lama berkecimpung di dunia tarik suara. Tercatat album pertama yang ia rilis berjudul sama seperti namanya di tahun 1977.
Sebelum menjadi penyanyi solo, ia adalah vokalis dari band rock alternatif The Sugarcubes. Namun band itu bubar di tahun 1992 dan memulai sebagai solo karir.
Hingga saat ini ada 13 album yang Bjorka luncurkan termasuk bersama bandnya. Antara lain Bjork (1977), Debut (1993), Post (1995), Telegram (1996), Homogenic (1997), Selmasongs (2000).
Kemudian ada Vespertine (2001), Medúlla (2004), Drawing Restraint 9 (2005),Volta (2007), Biophilia (2011), Vulnicura (2015) dan terakhir Utopia (2017).
Selain bermusik, Bjork juga pernah bermain film Dancer in the Dark yang disutradarai oleh Lars von Trier pada tahun 2000 dan memenangkan penghargaan aktris terbaik dalam Festival Film Cannes 2000..
Baca Juga: Bunga Suweg Mekar di Sukabumi
Hingga saat ini Bjork masih berkarya. Di wikipedia, Bjork memiliki banyak profesi antara lain penyanyi, penulis lagu, produser rekaman, aktris, komposer dan DJ. (*)