Selebtek.suara.com - Akun media sosial jurnalis Najwa Shihab serta puluhan karyawan Narasi TV diretas. Hal ini menarik lantaran anak dari Quraisy Shihab ini sedang mendapat sorotan setelah komentar soal "Jangan takut sama polisi".
Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid melihat kasus peretasan ini harus benar-benar diungkap. Ia bahkan menaruh curiga atas keterlibatan polisi.
"Saya kira yang harus diperhatikan harus diusut oleh kepolisian, termasuk siapa saja. Apakah ada pejabat kepolisian yang terlibat dalam peretasan tersebut?," kata Usman Hamid
Ia mengatakan ada peredaran informasi yang menyuarakan serangan terhadap Narasi TV di dalam tubuh institusi polisi. Hamin kemudian meminta divisi terkait menelusuri hal tersebut.
"Saya kira dari Divisi Informatika atau Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi yang mungkin perlu ditelusuri karena diduga dilakukan oleh pejabat teras kepolisian melalui pemanfaatan rekanan-rekanan internal kepolisian, terutama perusahaan jasa telekomunikasi itu," ucapnya.
Menurutnya, informasi yang beredar cukup serius karena mengkritisi kepolisian dalam kasus Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat dan Ferdy Sambo.
"Kalau kepolisian tidak proaktif dalam kasus ini, kecurigaan publik kepada polisi makin tinggi," ucap Dewan Pakar Peradi ini.
Usman Hamid menyarankan perusahaan penyedia jasa informasi yang bekerjasama dengan Narasi TV harus bekerja sama dengan kepolisian untuk membongkar peretasan ini.
"Hal itu termasuk mereka harus membuka dan bekerja sama apakah ada keterlibatan orang-orang kepolisian menyerang akun-akunnya pekerja Narasi," ucapnya.
Baca Juga: Sekolah Net Zero Carbon Pertama di Indonesia: Habiskan Rp126 M, Murid SD Ngeluh Kegerahan
Nama Najwa Shihab belakangan memang sedang mendapat sorotan usai berkomentar soal "Jangan takut sama polisi". Serangan pertama dilakukan Nikita Mirzani yang menilai jika Najwa Shihab tidak objektif. (*)
Sumber: Suara.com