Selebtek.suara.com - Fenomena gagal ginjal yang diduga akibat obat sirup memang membuat panik banyak ibu-ibu. Hal itu membuat pemerintah melalui Kemenkes membuat aturan melarang 102 obat sirup untuk dijual.
Dokter Richard Lee pun penasaran dengan peraturan ini. Apakah masih ada yang menjual obat sirut di pasaran. Ia kemudian mencoba untuk melakukan sidak ke beberapa apotek dan minimarket.
Melalui vlog-nya di channel Youtube, pertama ia mencoba mencari obat-obat sirup di minimarket. Namun di sana ia gagal mendapatkannya. Hal yang sama juga terjadi saat ia bertanya di apotek pertama.
"Ih bagus loh, enggak jual mereka loh. Apa karena itu saya," tuturnya saat di dalam mobil.
Di apotek kedua, pihak apoteker mengatakan jika tidak menjual obat sirup dengan alasan imbauan dari pemerintah.
"Kalau anak saya demam gimana?," tanya Richard Lee yang menyamar.
"Paling konsul ke dokter," jawab apoteker.
Di apotek ketiga, ternyata penyamaran dokter Richard terbongkar sehingga ia mengurungkan niat untuk mencari obat sirup. Kemudian dia pun meminta asistennya untuk gantian mencari obat sirup. Namun, hasilnya sama saja.
Hingga akhirnya ia mendapat tiga obat sirup di sebuah minimarket. Hanya saja dari tiga obat sirup, satu jenis yang komposisinya terdapat sorbitor.
Baca Juga: Dokter Richard Lee Curiga Kasus Obat Sirup Cuma Pengalihan Isu, Ini Alasannya
"Tadi kita sudah ke 5 apotek di tengah kota, samping rumha sakit sampai di pinggiran kota. jadi enggak ketemu dan enggak boleh jual," katanya.
"Di pinggiran masih ada, belum ditarik tapi mereka tuh patuh banget. Aku bangga banget dan seneng banget. walaupun menurut aku ini baru isu yang terburu-buru tapi kompak banget. saya suka banget, luar biasa bapak Kemenkes," lanjut Richard Lee.
Sebelumnya, Richard Lee sempat curiga kalau fenomena gagal ginjal ini adalah sebuah pengalihan isu. Hal itu karena dokter kecantikan tersebut melihat ada banyak keanehan di dalamnya.
"Kalian berpikir ini pengalihan isu enggak sih? Karena ini semuanya enggak jelas. Di Gambia aku sedih lihatnya, 99 anak gangguangagal ginjal dan 70nya meninggal diduga karena empat obat tersebut (yang mengandung) EG dan DEG," kata Richard curiga. (*)