Selebtek.suara.com – Beberapa waktu lalu media dihebohkan dengan beredarnya rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pria sedang berada di dalam lift. Pria yang membawa troli itu memberikan senyum kepada orang lain yang berada di lift.
Awalnya memang tidak ada yang aneh, namun setelah dielusuri ternyata pria itu merupakan seorang pembunuh yang baru saja membunuh korbannya. Ia meletakkan jasad korban di dalam kantong hitam yang ada di dalam troli bawaannya.
Diketahui pria tersebut bernama Cristian Rudolf Tobing (36) yang merupakan sorang pendeta muda di sebuah gereja yang berada di Bogor. Rudolf mulai aktif beraktivitas di gereja Bogor itu semenjak Maret tahun 2022. Namun menurut pihak gereja, Rudolf tidak lagi terlihat mengunjungi gereja pada Juli hingga saat ini.
Selain itu menjadi pendeta, Rudolf juga merupakan seorang ahli terapis untuk anak berkebutuhan khusus.
Selain aktif menjadi pendeta di gereja, Rudolf juga sering membuat konten-konten berbau agama di akun instagramnya. Dia juga sempat beberapa kali merambah dunia podcast dengan mengangkat tema keagamaan.
Rudolf menghabiskan masa kecil hingga remajanya di Amerika. Pada masa kecil, ia ternyata sering dipukuli oleh ayahnya sehinga menyebabkan Rudolf mengalami trauma dan sulit mengatur emosi.
Setelah menamatkan bangku SMA, Rudolf dideportase karena ketahuan bekerja secara pekerja full time. Ia lalu melanjutkan pendidikan di salah satu kampus di Jakarta dan mengambil jurusan teologi. Rudolf menmatkan perkuliahannya di tahun 2015.
Awal Mula Kejadian
Kejadian dipicu karena rasa sakit hati Rudolf terhadap rekannya yang berinisial H. Rudolf mengaku sakit hati karena memiliki perbedaan pendapat dengan H. Mereka sempat beradu argument.
Baca Juga: 25 Ucapan Sumpah Pemuda 2022, Cocok untuk Caption Instagram, Whatsapp, dan Facebook
Beberapa saat setelah kejadian adu argument, Rudolf melihat postingan kebersamaan H dan dua rekannya yang lain (Icha dan S).
Rudolf yang awalnya hanya sakit hati kepada rekannya H pun mulai sakit hati kepada Icha dan S karena merasa dikhianati dengan kedekatan mereka bersama H. Padahal Rudolf telah menganggap Icha dan S sebagai rekanya.
Karena rasa sakit hati inilah, Rudolf mulai membuat rencana untuk menghabisi nyawa rekan-rekannya itu.
Awalnya, Rudolf hanya berniat membunuh H. Namun karena H tidak bisa dihubungi, ia mencoba menghubungi S. Sama seperti H, S juga tidak bisa dihubungi.
Korban Icha merupakan satu-satunya orang yang merespon panggilan telepone dari Rudolf. Akhirnya, ia mengajak Icha untuk membuat podcast di Apartemen Green Pramuka yang berada di Jakarta.
Di awal kedatangannya bersama Icha, Rudolf terekam kamera CCTV dengan gerak gerik yang cukup aneh. Namun saat itu Icha tidak memiliki kecurigaan apapun terhadap Rudolf.