Selebtek.suara.com - Susi, selaku asisten rumah tangga (ART) menjalani persidangan guna mengungkapkan kebenaran dalam kasus tewasnya Brigadir J.
Susi memberikan kesaksian perihal kehidupan Ferdy Sambo dan istri serta krionologis penembakan tersebut. Sayangnya, selama persidangan ada beberapa kejanggalan.
Hal ini membuat beberapa kali hakim Wahyu Imam Santosa yang memimpin persidangan mengancam Susi jika memberikan keterangan palsu. Bahkan jawaban sang ART tersebut sampai menjadi trending topic di Twitter.
Nah, berukut ini kejanggalan-kejanggalan saat persidangan Susi, ART Ferdy Sambo:
1. Jawaban Susi tidak konsisten saat ditanya soal keberadaan Ferdy Sambo
Dalam persidangan, hakim sempat bertanya soal keberadaan Ferdy Sambo yang kabarnya sering berpindah-pindah. Namun jawaban Susi tidak konsisten.
"Apakah Ferdy Sambo pindah ke Saguling? Setiap hari ke Saguling?" tanya hakim Wahyu.
Namun susi menjawab agak ragu sampai membutuhkan waktu untuk menjawabnya.
"Tidak juga," jawab Susi agak ragu.
Kemudian hakim kembali bertanya kembali soal keberadaan Sambo yang sering pergi ke rumah Saguling. Namun, kali ini Susi memberikan jawabab berbeda.
"Sering" jawabnya singkat.
2. Mengaku tak tahu orang yang tinggal di rumah Bangka
Keanehan lain yakni ketika pertanyaan hakim Wahyu bertanya siapa saja yang tinggal di rumah Bangka selama ia bekerja. Namun lagi-lagi jawaban Susi menimbulkan kecurigaan.
"Selama saudara tinggal di Bangka bersama saudara Sambo dan PC, apakah semua ajudan tinggal disana?" tanya hakim.
"Tidak tahu Yang Mulia" jawab Susi tanpa ragu. Hal ini tentu membuat hakim semakin berang.
![Asisten Rumah Tangga (ART) Ferdy Sambo, Susi, memberikan kesaksian di PN Jaksel [Tangkapan layar]](https://media.suara.com/suara-partners/selebtek/thumbs/1200x675/2022/11/01/1-asisten-rumah-tangga-art-ferdy-sambo-susi-memberikan-kesaksian-di-pn-jaksel.jpg)
3. Ketahuan bohong pada insiden PC jatuh di kamar mandi
Hakim kemudian bertanya soal bagaimana PC diduga jatuh di kamar mandi. Ia pun memberikan kesaksian jika dirinya tiba-tiba saja pergi ke lantai atas.
"Ibu jatuh di kamar mandi di lantai dua. Tergeletak di depan kamar mandi. Kejadian habis maghrib," kata Susi.
Mendengar jawaban itu, hakim bertanya apa yang membuat Susi naik ke lantai dua. Apakah PC sempat teriak sehingga membuatnya menuju sumber suara.
Susi menjawab "Tidak". Jawaban ini membuat hakim Wahyu kesal. "Lho kenapa kamu ke atas." tanya hakim Wahyu.
4. Kesaksian soal keributan antara Brigadir J dan Kuwat Maruf
Kejanggalan yang cukup mencolok yakni saat Susi memberikan kesaksian soal keributan yang terjadi antara Kuwat dan Brigadir J yang sebelumnya ada di BAP. Susi tampak berbelit-belit saat memberikan penjelasan.
Susi mengatakan jika keributan terjadi karena PC meminta agar bukan Brigadir J yang menolongnya.
"Kata ibu, jangan Om Yosua. Saya panggil Om Kuwat" ungkap Susi.
Susi juga mengungkap adanya keributan antara Brigadir J dan Kuwat Ma'ruf akibat Kuwat menuduh ada hal yang dilakukan Brigadir J kepada PC. Susi pun mengungkap sempat melerai Brigadir J dan Kuwat. (*)