Ternyata Puluhan Laporan ke Polisi sudah Dibuat Beberapa Jam Sebelum Tragedi Itaewon Terjadi

Selebtek

Rabu, 02 November 2022 | 14:18 WIB
Ternyata Puluhan Laporan ke Polisi sudah Dibuat Beberapa Jam Sebelum Tragedi Itaewon Terjadi
Pertolongan pertama merawat pasien yang mengalami henti jantung di Itaewon, Seoul, pada hari Sabtu 29 Oktober 2022 (Yonhap)

Selebtek.suara.com - Jika ada tragedi yang bisa dicegah, tidak ada yang akan ragu untuk mengambil tindakan. Juga, jika ada pertanda kecelakaan yang mengerikan, orang akan mengambil tindakan untuk mencegahnya. Inilah yang ada di benak banyak warga Korea Selatan yang masih trauma dengan tragedi Itaewon yang terjadi akhir pekan lalu.

Tragedi Itaewon yang mengejutkan masih membekas di hati banyak orang Korea Selatan, karena banyak nyawa muda hilang dalam kecelakaan yang memilukan itu. Setelah insiden itu terjadi pada 29 Oktober, penyelidikan mulai dilakukan untuk mencari tahu penyebab kecelakaan yang terjadi di gang sempit di Itaewon itu.

Sejauh ini, banyak rekaman pengawasan dan video di media sosial yang mengungkapkan bahwa beberapa orang di antara kerumunan mulai berteriak "Tekan, dorong," menyebabkan sekelompok orang mendorong semua orang secara agresif.

Netizen Korea Selatan juga bertanya-tanya mengapa tidak ada lagi petugas polisi di tempat kejadian untuk mengendalikan kerumunan sebelum terjadinya kecelakaan. Pertanyaan ini semakin banyak ditanyakan setelah terungkap bahwa seorang streamer telah melaporkan ke polisi tentang lonjakan massa 1 jam sebelum kecelakaan.

Selain itu, baru-baru ini ditemukan bahwa ada puluhan laporan yang dibuat ke polisi oleh warga di Itaewon yang meminta agar polisi dikirim untuk mengendalikan massa. Sejumlah transkrip mengungkapkan bahwa warga Korea Selatan yang berbeda membuat beberapa panggilan ke polisi untuk memperingatkan tentang lonjakan massa yang besar.

Banyak yang memberikan laporan detail tentang lokasi – gang di stasiun kereta Itaewon tempat tragedi itu terjadi. Setiap laporan juga meminta agar polisi dikirim untuk membubarkan massa dan mengendalikan arus orang ke daerah itu.

Namun demikian, tidak banyak polisi yang ditempatkan di area tersebut dan ternyata tidak mampu mengendalikan massa yang berujung pada kecelakaan maut tersebut. Itulah sebabnya banyak orang Korea menyalahkan polisi karena kurangnya responden yang dikirim ke tempat kejadian ketika laporan dibuat beberapa jam sebelum kecelakaan.

K-netizens berkomentar:

"Apa yang mereka lakukan? tidak mengirim polisi ke sana?"

baca juga

"Kecelakaan ini sebenarnya bisa dicegah, itu sebabnya saya menjadi sangat marah," 

"Begitu banyak orang yang melapor ke polisi," 

"Orang-orang memperingatkan bahwa akan ada kecelakaan tetapi hanya ada sedikit polisi,"

"Apa  yang mereka lakukan bahkan jika begitu banyak panggilan dilakukan," 

"Laporan ini sangat terperinci dan memberikan lokasi yang terperinci,"

"Saya harap semua orang yang mengenali bahaya dan membuat laporan semuanya aman,"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tragedi Halloween Itaewon Memakan Korban Jiwa Guru dan Pelajar

Tragedi Halloween Itaewon Memakan Korban Jiwa Guru dan Pelajar

Selebtek | Selasa, 01 November 2022 | 08:00 WIB

Saksi Mata Tragedi Halloween Itaewon: Bencana Seharusnya Bisa Dicegah

Saksi Mata Tragedi Halloween Itaewon: Bencana Seharusnya Bisa Dicegah

Selebtek | Senin, 31 Oktober 2022 | 09:45 WIB

Terkini

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Sport | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

DPR | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:54 WIB

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:46 WIB

×