Selebtek.suara.com - Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit mengungkapkan sempat melihat Ferdy Sambo berwajah murung dan tegang usai Brigadir J tewas.
Saat itu, AKBP Ridwan dihubungi mantan Kadiv Propam tersebut usai insiden berdarah. Ia dipanggil ke rumah dinasnya yang berada di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Setibanya di lokasi, AKBP Ridwan melihat Ferdy Sambo berwajah murung.
"Saya lihat Sambo murung, semua dalam posisi tegang, berbicara terpaku, tidak dengan posisi santai, semua dalam posisi berdiri," kata Ridwan yang menjadi saksi dalam persidangan AKP Irfan Widyanto.
Ridwan kemudian diminta masuk ke dalam rumah melalui pintu samping. Di sana Sambo menjelaskan jika di rumahnya itu terjadi insiden tembak-menembak antar ajudan.
![Eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit saat bersaksi dalam sidang obstruction of justice kasus Brigadir J di PN Jakarta Selatan. [Suara.com/Arga]](https://media.suara.com/suara-partners/selebtek/thumbs/1200x675/2022/11/03/1-eks-kasat-reskrim-polres-metro-jakarta-selatan-akbp-ridwan-soplanit-saat-bersaksi-dalam-sidang-obstruction-of-justice-kasus-brigadir-j-di-pn-jakarta-selatan-suaracomarga.jpg)
"Dia (Ferdy Sambo) mulai menunjuk tadi baru saja ada kejadian tembak-menembak para anggota saya. Yang menembak dari posisi atas itu Richard dan yang sekarang tergeletak itu Yosua," papar dia.
Saat itu Ridwan melihat jasad Brigadir J telungkup dengan ersimbah darah di dekat anak tangga. " Saat itu waktu tertelungkup itu menoleh ke sebelah kiri," tuturnya.
Ridwan juga melihat pecahan kaca di dekat jasad Brigadir J dan beberapa selongsung peluru. Selainn itu terdapat lubang pada dinding anak tangga seakan memang benar terjadi tembak-menembak.
"Senjata masih ada, saat itu saya lihat ada satu senjata," sebut dia.
Sekadar informasi, AKBP Ridwan Soplanit menjadi saksi persidangan kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice Brigadir Yosua dengan terdakwa AKP Irfan Widyanto.
Selain Ridwan, saksi lain yang dihadirkan yakni eks Kanit I Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKP Samuel Rifaizal. (*)