Selebtek.suara.com - Sederet perlakuan buruk yang diterima para member OMEGA X dari CEO dan manajemen yang menaungi mereka kembali terungkap.
Bulan lalu, salah satu penggemar OMEGA X melaporkan di Twitter bahwa mereka telah melihat CEO agensi grup SPIRE Entertainment memukul para member setelah konser mereka di Los Angeles.
Agensi telah memberikan tanggapan dengan merilis pernyataan bahwa permasalah telah diselesaikan dan CEO tersebut mengundurkan diri.
Melansir Soompi pada jumat (11/11/2022), SBS News menyatakan bahwa alasan pelecehan verbal dan fisik di Los Angeles adalah karena para anggota tidak berterima kasih kepada CEO dan perusahaan di konser mereka.
CEO juga memaksa para member untuk membayar utang perusahaan sebesar 1 miliar won atau sekitar Rp11,71 miliar sebelum meninggalkan perusahaan.
Keesokan harinya, dia dilaporkan membuat keributan di hotel dengan mengetuk pintu kamar member OMEGA X secara kasar dan mengutuk manajer mereka karena tidak membuka pintu sampai-sampai pengunjung dan karyawan hotel harus membubarkan perkelahian.
Alih-alih membela para member, wakil ketua agensi Hwang justru mengintimasi mereka dengan mengirimkan pesan bernada ancaman.
“Saya tidak bisa membiarkan aksi kelompok. OMEGA X yang tidak sopan, Anda akan melihat konsekuensinya ketika Anda kembali,” bunyi pesan tersebut.
Selain itu, CEO Kang Seong Hee dan ketua Hwang juga memaksa para member untuk tampil di panggung meskipun dalam kondisi positif Covid-19, sambil menyembunyikan fakta bahwa empat anggota mengalami demam tinggi.
Ketika para anggota mengungkapkan perasaan tidak enak karena berbohong, CEO Kang berteriak, “Tidak! Itu hanya karena kalian semua tidak punya keinginan untuk tampil.”
Di lain waktu, CEO juga mendesak salah satu anggota, Jaehan, dan manajernya untuk segera turun dari pesawat melalui pesan teks, memaki dan mengancam akan menuntut jika tidak.
Penyalahgunaan kekuasaan serupa oleh CEO dilaporkan terjadi berkali-kali sebelumnya juga. Suatu kali, CEO juga memaksa para anggota untuk berhenti tampil di tengah konser mereka untuk video call karena dia marah mereka tidak meneleponnya lebih awal meskipun ayahnya meninggal tepat sebelum konser dimulai.
Saat ini, dilaporkan bahwa empat anggota OMEGA X menerima perawatan untuk gangguan panik, kecemasan, dan insomnia.
SPIRE Entertainment juga diduga meminta 11 anggota pada 10 November untuk membayar 300 hingga 400 juta won (sekitar Rp3,5 miliar hingga Rp4,6 miliar) per orang sebagai biaya penyelesaian.
Perusahaan belum memberikan tanggapan apa pun terkait tuduhan bahwa mereka berusaha menutupi diagnosa COVID-19 para anggota untuk melakukan pertunjukan tur di luar negeri.(*)\