Selebtek.suara.com - Fakta mengejutkan terungkap pada proses penyelidikan kasus kematian satu keluarga tewas di Kalideres. Salah satu mayat korban ternyata ditemukan telah tewas pada bulan Mei lalu.
Seorang pegawai koperasi simpan pinjam mengaku telah melihat bahkan menyentuh mayat korban di dalam kamar pada 13 Mei 2022.
Melansir Suara.com, Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengky Haryadi menuturkan bahwa pegawai koperasi simpan pinjam ini datang untuk melakukan survei sebelum memberikan persetujuan penggadaian sertifikat rumah korban.
Begitu masuk ke gerbang rumah pada Jumat, 13 Mei 2022, pegawai itu langsung mencium bau busuk yang begitu menyengat. Ia sempat menanyakan penyebab bau busuk itu kepada penghuni rumah.
Namun orang rumah menyebut bau busuk tersebut berasal dari got.
Setelah itu, pegawai koperasi simpan pinjam beserta seorang mediator masuk ke dalam rumah dan meminta penghuni rumah untuk memperlihatkan sertifikat rumah yang akan digadai.
Pegawai koperasi tersebut kemudian meminta untuk bertemu dengan Reny Margareth Gunawan (68) selaku pemilik sertifikat rumah.
Orang rumah mengantarkan pegawai itu ke dalam kamar dimana Reny disebut tengah tertidur. Lagi-lagi, pegawai koperasi simpan pinjam itu mencium bau busuk ketika membuka pintu kamar.
"Di mana ibunya?," tanya pegawai tersebut.
"Itu lagi tidur, tapi jangan hidupkan lampu," jawab Dian, anak dari Reny.
Dian meminta lampu kamar untuk tidak dinyalakan dengan alasan sang ibu sensitif terhadap cahaya.
Pegawai koperasi simpan pinjam itu lantas berusaha membangunkan Reny untuk bertanya-tanya soal sertifikat. Ia juga sempat menyentuh tubuh Reny untuk memastikan.
Kecurigaan pegawai itu kemudian timbul karena tubuh yang ia sentuh tidak seperti tubuh normal manusia lainnya. Karena curiga, pegawai koperasi simpan pinjam itu menyalahkan cahaya atau flash dari ponselnya.
Pegawai itu sontak terkejut bukan main ketika melihat tubuh Reny.
"Allahu Akbar! Ini sudah mayat!," teriak pegawai.
Pegawai koperasi simpan pinjam tersebut langsung ke luar kamar dan memutuskan untuk tidak melanjutkan proses pegadaian. Ia bahkan mengajak saksi lainnya untuk pergi dari rumah itu.
Ia sempat dikejar oleh ipar dari Rudyanto, Budyanto Gunawan. Budyanto memohon kepada pegawai tersebut untuk tidak melaporkan apa yang ada di dalam rumah ke siapapun termasuk ke pihak kepolisian.
"Satu saksi dikejar Budyanto 'tolong jangan dilaporkan ke polisi, jangan dilaporkan ke RT ataupun warga sini, tolong'. Ternyata tidak dilaporkan," tutur Hengky saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (21/11/2022).
"Ini yang kami sesalkan, seharusnya kita semua sebagai warga masyarakat tidak boleh persimif." pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, satu keluarga ditemukan tewas membusuk dalam sebuah rumah di kawasan perumahan Citra Garden 1 Extension RT 07/15, Kalideres, Jakarta Barat pada Kamis (10/11/2022) malam.
Hingga kini penyebab pasti kematian keluarga tersebut belum dapat dipastikan dan masih dalam penyelidikan polisi.
Berbagai dugaan penyebab kematian empat korban itu muncul di masyarakat, mulai dari pengikut sekte sesat, pesugihan hingga ritual puasa sampai mati.(*)
Sumber: Suara.com