Selebtek.suara.com - Venna Melinda membongkar perilaku buruk suaminya, Ferry Irawan hingga terjadi peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang mengakibatkan tulang hidungnya mengalami patah.
Sebelum peristiwa itu, rupanya Ferry sudah tak bisa menahan syahwat saat perjalanan ke Kediri, Jawa Timur. Menurut Venna kepergiannya ke Kediri untuk bertemu konstituen karena ia hendak maju sebagai bakal calon legislatif DPR RI.
Ketika dalam perjalanan ke Kediri, Venna sedang kurang fit karena serangan asam lambung hingga menyebabkan dirinya muntah-muntah dan sulit mengkonsumsi makanan.
Kemudian begitu sampai di sebuah hotel di Kediri pada, Sabtu (7/1) malam, Venna langsung istirahat di kamar hotel karena kelelahan dan terganggu asam lambung yang dideritanya.
Namun, saat memasuki waktu dini hari Ferry lagi-lagi memancing dan mengajaknya untuk berhubungan badan.
"Jam 03.00 WIB itu dia [Ferry] berusahalah untuk melakukan hubungan, tapi saya enggak mau, karena saya capek," kata Venna Melinda, usai diperiksa di Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Kamis (12/1).
Venna menolak dengan alasan ada pekerjaan yang menantinya sehingga harus istirahat cukup.
"Saya mau kerja, besok pagi [Minggu 8/1] saya sudah janji ke Tulungagung dengan teman-teman struktur dan masyarakat," ujarnya.
Namun saat bangun tidur pada pagi hari, ia dibuat kesal karena Ferry mengirim tautan yang isinya sindiran yang dialamatkan kepada dirinya. Tautan itu berisi tentang dosa perempuan usai menolak permintaan pria itu untuk berhubungan seks.
Baca Juga: Rezky Aditya Akhirnya Dipolisikan Ustaz Menyoal Video Panas dengan Wanita Bule
"Jam 06.00 WIB pagi saya bangun, saya dikirimin link. Disindirlah, inilah dosa perempuan, harusnya tidak begitu. Di situ saya terganggu," katanya.
Kesal lantaran tautan soal dosa perempuan belum usai, Venna kembali dibuat kesal dengan tingkah Ferry yang melecehkan dirinya. Padahal Ferry tahu saat itu dirinya harus bersiap-siap untuk menemui konstituen.
"Saya bilang 'sekarang saya sudah berhijab, tapi dia towel semua organ saya, kasar lah'. Kami ribut, saya bilang mau kerja, akhirnya dia peluk, dia minta maaf," urainya.