Selebtek.suara.com - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap Venna Melinda dengan terdakwa Ferry Irawan masih terus bergulir.
Dalam persidangan yang digelar Senin (17/4/2023), Ferry Irawan melakukan pembelaan dan membantah telah berbuat KDRT kepada Venna Melinda pada Januari lalu.
Ferry Irawan bersikukuh tidak melakukan kekerasan yang membuat hidung Venna Melinda patah dan berdarah.
Kini beredar kabar bahwa Venna Melinda hanya berakting dan aksinya itu dibocorkan oleh seseorang.
Kabar tersebut disebarkan melalui sebuah video yang diunggah oleh akun YouTube SELEB TV pada Rabu (19/4/2023).
"Ketahuan Acting!! Sosok Ini Bocorkan Kelakuan Venna Melinda...." demikian judul video tersebut.
Pada thumbnail video terlihat potret Ferry Irawan yang duduk menghadap majelis hakim di dalam ruang persidangan.
Narasi yang sama tertulis pada thumbnail video, yaitu "Venna Melinda Cuma Acting Sosok Ini Bocorkan Kelakuan Licik Mantan Ferry Irawan."
Lantas benarkah klaim video tersebut?
Baca Juga: Operasi Mata Kanan Lancar, Penglihatan Indra Bekti Tak Kabur Lagi
![Venna Melinda [Tangkapan layar YouTube STARPRO Indonesia]](https://media.suara.com/suara-partners/selebtek/thumbs/1200x675/2023/04/04/1-screenshot-2023-04-04-120118.png)
Cek Fakta
Setelah ditelusuri, video berdurasi 3 menit 19 detik itu tidak memberikan penjelasan bahwa Venna Melinda terbukti hanya berakting.
Faktanya, sang narator hanya membacakan artikel terkait kasus KDRT Ferry Irawan yang dimuat oleh sebuah media online.
Dalam penjelasannya, narator menyampaikan bahwa Ferry Irawan membantah keras tudingan KDRT Venna Melinda.
Sang narator menyampaikan Ferry Irawan justru menuding istrinya hanya berpura-pura menjadi korban KDRT untuk memuluskan jalannya sebagai anggota dewan.
Hingga akhir video, narator tidak menunjukkan bukti yang menjelaskan bahwa Venna Melinda ketahuan berakting.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa video tersebut tidak memiliki keselarasan antara isi berita dengan narasi judul maupun thumbnail.
Pembuat konten juga sengaja membuat judul yang bisa menggiring opini publik.
Dengan demikian, video tersebut dapat dikategorikan sebagai konten menyesatkan karena berisi berita bohong alias hoaks.(*)