Gara-gara Lebaran Beda Dengan Pemerintah, Peneliti BRIN Diduga Buat Ujaran Kebencian ke Muhammadiyah

Selebtek | Suara.com

Selasa, 25 April 2023 | 10:16 WIB
Gara-gara Lebaran Beda Dengan Pemerintah, Peneliti BRIN Diduga Buat Ujaran Kebencian ke Muhammadiyah
Profesor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin diduga menyindir Muhammadiyah soal penentuan Lebaran Idul Fitri 2023.

Selebtek.suara.com - Sebuah akun Facebook yang diduga milik peneliti BRIN sekaligus mantan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaluddin menjadi soroton publik.

Hal ini lantaran ia dianggap memerikan komentar tak etis soal perbedaan Hari Raya Idul Fitri Muhammadiyah dengan pemerintah. Menurutnya Muhammadiyah dianggap tidak taat pemerintah.

Komentar tak pantas tersebut diungkap oleh akun Founder Drone Emprit Ismail Fahmi, melalui tangkapan layar yang diunggah di Twitter.

"Sudah tidak taat keputusan pemerintah. Eh, masih minta difasilitasi tempat salat ied. Pemerintah pun memberikan fasilitas," tulis akun dalam jepretan layar itu.

Komentar ini tentu menuai kecaman publik. Apalagi, Thomas ikut memberikan keterangan perbedaan penentuan Idul Fitri terjadi bukan karena metode hisab dan rukyat melainkan perbedaan kriteria yang dipedomani oleh tiap-tiap organisasi Islam, termasuk pemerintah.

Ujaran kebencian peneliti BRIN [Ist]
Ujaran kebencian peneliti BRIN (sumber: Ist)

Muhammadiyah sendiri menggunakan metode wujudul hilal, sementara Nahdlatul Ulama dan beberapa organisasi keagamaan lainnta di Indonesia menggunakan imkan rukyat (visibilitas hilal).

"Penentuan awal bulan memerlukan kriteria agar bisa disepakati bersama. Rukyat memerlukan verifikasi kriteria untuk menghindari kemungkinan rukyat keliru," katanya. 

"Hisab tidak bisa menentukan masuknya awal bulan tanpa adanya kriteria, sehingga kriteria menjadi dasar pembuatan kalender berbasis hisab yang dapat digunakan dalam prakiraan rukyat," lanjutnya.

Padahal pemerintah sendiri melalui Kementerian Agama sudah mengimbau agar semua pihak saling menghargai perbedaan Hari Raya Idul Fitri. Apalagi perbedaan in bukanlah yang pertama di Indonesia.

Thomas Djamaluddin merpakan astronom dan peneliti yang menjabat sebagai Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional mulai tanggal 7 Februari 2014 hingga 1 September 2021. 

Ia juga pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan LAPAN sejak tahun 2011. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Arus Balik ke Medan Diprediksi Besok

Arus Balik ke Medan Diprediksi Besok

Sumut | Selasa, 25 April 2023 | 10:14 WIB

Keluarga Cemara vs Keluarga Berantakan: Ironi dalam Merayakan Lebaran

Keluarga Cemara vs Keluarga Berantakan: Ironi dalam Merayakan Lebaran

Your Say | Selasa, 25 April 2023 | 10:15 WIB

Siapa Profesor BRIN Sindir Muhammadiyah? Inilah Sosok Eks Kepala LAPAN yang Bikin Heboh

Siapa Profesor BRIN Sindir Muhammadiyah? Inilah Sosok Eks Kepala LAPAN yang Bikin Heboh

News | Selasa, 25 April 2023 | 10:10 WIB

Terkini

Nadiem Makarim Akui Tak Paham Birokrasi Usai Terseret Kasus Korupsi

Nadiem Makarim Akui Tak Paham Birokrasi Usai Terseret Kasus Korupsi

Video | Kamis, 16 April 2026 | 13:54 WIB

Jalur Distribusi Tertahan di Selat Hormuz, Australia Lirik Pupuk dari Indonesia

Jalur Distribusi Tertahan di Selat Hormuz, Australia Lirik Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:51 WIB

Studi: Ikatan Sosial Redam Konflik Perusahaan Sawit dan Masyarakat di Sambas

Studi: Ikatan Sosial Redam Konflik Perusahaan Sawit dan Masyarakat di Sambas

Kalbar | Kamis, 16 April 2026 | 13:50 WIB

Begini Kesiapan Pos Indonesia Jelang BUMN Logistik Dijadikan Satu

Begini Kesiapan Pos Indonesia Jelang BUMN Logistik Dijadikan Satu

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:45 WIB

Budget Tipis? Ini 5 Hydrating Toner Rp30 Ribuan yang Bikin Kulit Auto Lembap

Budget Tipis? Ini 5 Hydrating Toner Rp30 Ribuan yang Bikin Kulit Auto Lembap

Your Say | Kamis, 16 April 2026 | 13:45 WIB

Syekh Ahmad Al Misry Diduga di Mesir, Pengacara Korban Pelecehan Sejenis Desak Agar Dijemput

Syekh Ahmad Al Misry Diduga di Mesir, Pengacara Korban Pelecehan Sejenis Desak Agar Dijemput

Entertainment | Kamis, 16 April 2026 | 13:42 WIB

Tragedi Kamar Kos Sukoharjo: Niat Minta Rokok, Tetangga Syok Temukan Jasad Pria Tanpa Identitas

Tragedi Kamar Kos Sukoharjo: Niat Minta Rokok, Tetangga Syok Temukan Jasad Pria Tanpa Identitas

Surakarta | Kamis, 16 April 2026 | 13:41 WIB

Siapa Hery Susanto: Ketua Ombudsman dengan Gaji Selangit, 6 Hari Kerja Sudah Ditangkap

Siapa Hery Susanto: Ketua Ombudsman dengan Gaji Selangit, 6 Hari Kerja Sudah Ditangkap

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:40 WIB

Shenina Cinnamon Opname saat Hamil karena Hyperemesis Gravidarum, Apa Itu?

Shenina Cinnamon Opname saat Hamil karena Hyperemesis Gravidarum, Apa Itu?

Entertainment | Kamis, 16 April 2026 | 13:38 WIB

Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi

Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:37 WIB