Selebtek.suara.com - Organisasi kesehatan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) merayakan ulang tahun ke 72 pada 24 Juni 2023. Bertepatan dengan HUT tersebut, IBI berkerjasama dengan Bigroot Nose Hygiene, yakni alat pencuci hidung yang diklaim sebagai produk halal pertama di Indonesia.
“Ada satu produk baru ya kita bermitra dengan Bigroot, itu untuk pembersih hidung halal,” kata dr Emi Nurjasmi M.kes selaku ketua umum pengurus pusat Ikatan Bidan Indonesia melalui siaran resminya, Minggu (25/6/2023).
Bigroot Nose Hygiene merupakan alat pencuci hidung umum yang bisa digunakan di segala usia.
“Bisa digunakan oleh siapa saja untuk menjaga kebersihan salah satunya kebersihan hidung sepanjang itu sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan tentunya itu bisa memberikan informasi sesuai ketentuan aturan yang berlaku,” kata dr Emi.
Selain mendapat dukungan dari Bigroot, para bidan juga mendapatkan dukungan berbagai produk terutama adalah konten kebersihan bayi, popok bayi yang sering di gunakan bidan.
“Jadi produk-produk ini mensupport kita di dalam menyajikan produk-produk yang memang di butuhkan oleh bidan terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan pada ibu, pelayanan kesehatan pada bayi, untuk kebutuhan bayi, ada yang keluarga berencana juga dan alat kontrasepsi,” terang dr Emi.
Pada ulang tahun IBI ke 72 tersebut, Kepala BKKBN Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.O.G. (K) turut hadir memberikan apresiasi dan dukungan kepada para bidan di seluruh Indonesia. Hasto menyebut, bidan juga merupakan ujung tombak tenaga kesehatan.
“Tenaga kesehatan atau provider yang real, kongkrit nyata yang hadir pertama dalam urusan kesehatan ya bidan, yang jadi ujung tombak di tengah-tengah masyarakat,”katanya.
“Saya sering bilang bidan bukan segala-galanya tapi tanpa bidan kita bukan apa-apa,” imbuhnya.
Baca Juga: Rizky Billar Gerah Terus-terusan Dibilang Tak Harmonis dengan Lesti: Iya Sebenarnya Kami...
Dalam kesempatan tersebut, seluruh perwakilan bidan di Indonesia yang mewakili 34 provinsi dan 514 bidan di kabupaten dan kota juga turut hadir memenuhi undangan.
BKKBN juga memberikan apresiasi lebih kepada para bidan karena mampu menurunkan stunting dan jadi pendamping keluarga.
“Penurunan stunting ya harus di kawal dari sebelum hamil, saat hamil, melahirkan, menyusui samapi 2 tahun minimal, mereka-mereka lah yang luar biasa,” ungkap dr Hasto.
Adapun dalam kesempatan tersebut, para bidan berharap bisa selalu konsisten dan berkomitmen dalam memberikan pelayanan serta mengupayakan peningkatan kualitas. Para bidan juga berharap dukungan dari pemangku kepentingan agar bidan dapat melaksanakan tugasnya dengan aman dan nyaman dengan penuh kepastian untuk memberikan yang terbaik.