Selebtek.suara.com - Perseteruan Dewi Perssik dengan Ketua RT tempat ia tinggal nampaknya melebar kemana-mana. Bahkan kini perempuan yang telah menjanda sebanyak tiga kali itu merasa diserang oleh buzzer.
Klaim tersebut dibuat melalui Instagram Story-nya. Di sana ia memposting sebuah tangkapan layar akun YouTube yang mengaitkan permasalahannya sekarang dengan pernah menghina Putri Ariani.
"Karma! Akibat Menghina Putri Ariani, Dewi Perssik Kurbannya Ditolak Malah Kena Batunya," bunyi judul video YouTube yang menampilkan berita tentang Dewi Perssik.
Dewi Perssik pun menuduh jika channel tersebut adalah salah satu buzzer yang sengaja ditugaskan untuk menjatuhkan nama baiknya.
"Banyak banget akun-akun bodong sama buzzer. Kukira lawanku cuma RT," tutur Dewi Perssik.
Ia pun kembali menegaskan kalau masalahnya dengan Ketua RT adalah masalah pribadi dan tak ada sentimen politik. "Sudah, pemilu masih lama," kata Dewi Perssik.
Kemudian, Dewi Perssik berjanji akan mengambil sikap tegas ke akun-akun yang menjatuhkan namanya. "Ini fitnah. Akun ini akan saya tindak lanjuti, tunggu saja," tegas Dewi Perssik.
Sebelumnya, Dewi Perssik pernah curhat kalau hewan kurban dirinya ditolak oleh Katua RT tempat ia tinggal. Ia pun menduga kalau penolakan itu karena ada sentimen politik.
![Unggahan Dewi Perssik [Instagram/@dewiperssik9]](https://media.suara.com/suara-partners/selebtek/thumbs/1200x675/2023/07/02/1-unggahan-dewi-perssik-instagram-at-dewiperssik9.jpg)
"Aku memang minta tolong ke relawan dari Sahabat Ganjar buat proses penyembelihan, maksudnya biar nggak merepotkan pengurus masjid. Ini masalahnya apa karena saya bertetangga dengan Pak Anies Baswedan ya?," tanya Dewi Perssik dalam keterangan tertulis.
Baca Juga: Pemprov Sumbar Ubah Formulasi Perhitungan Jumlah Kunjungan Wisatawan
Ia bahkan mengaku diminta bayaran Rp100 juta jika ingin sapinya dipindahkan. Namun, berdasarkan keterangan sang Ketua RT, hal tersebut tidak benar.
"Saya bukan minta, tapi saya bilang, 'Dibayar Rp100 juta pun saya nggak mau bantuin ngangkat sapinya'. Bukan kapasitas saya buat ngangkat sapi itu, saya nggak punya kemampuan buat itu," jelas lelaki bernama Malkan tersebut.
Malkan yang juga menjadi ketua DKM masjid tersebut juga tak pernah menolak niat Dewi Perssik untuk berkurban, seperti yang dituduhkan.
"Kalau ditolak, kok sapinya bisa sampai ada enam jam di sini? Dari jam 10 (pagi) sampai jam 4 (sore). Apa itu bentuk penolakan namanya?," tanya Malkan. (*)