SUARA SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang akan segera memulai pembangunan tanggul laut di kawasan pelabuhan Tanjung Emas dan Tambak Lorok.
Pembangunan tangugul laut di Tambak Lorok sendiri merupakan 1 dari 5 aspek pembangunan tanggul laut yang bakal terhubung sepanjang pesisir Kota Semarang.
Selain Tambak Lorok, akan ada tanggul laut lain yang dibangun, mulai dari tol Kendal-Semarang, tol Demak-Semarang dan peninggian Jalan Arteri Yos Sudarso.
Adapun yang saat ini sudah dekat adalah pembangunan tanggul laut di Tambak Lorok yang bakal mulai lelang pada Juni 2022 dan ditarget rampung pada 2023.
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menerangkan anggaran yang digelontorkan berkisar di angka 300 miliar rupiah.
"Juni ini akan dilelang, kalau tidak salah dengar nantinya ada dua tahun anggaran," terang Walikota Semarang Senin (30/5/2022).
Dalam upayanya ini, Pemkot Semarang menggandeng Pelindo III dan menjalin kerjasama melalui nota kesepahaman.
Kerjasama tersebut akan bermuara pada pembangunan tanggul laut di pesisir Tambak Lorok.
Pengerjaan tanggul laut sendiri akan dikerjakan oleh Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali - Juwana.
Hendrar Prihadi berharap adanya kerjasama yang saling mendukung dalam penanganan banjir rob, antara Pemkot Semarang dan Pelindo III.
Sementara itu, Regional Head III Pelindo, Ardhy Wahyu Basuki mengamini jika nota kesepahaman yang ditandatanganinya dimaksudkan untuk mendukung dan mensukseskan pembangunan tanggul laut.
"MoU ini untuk mensukseskan pembangunan tanggul laut di Kawasan Tambaklorok. Pemerintah melalui BBWS akan membangun tanggul laut untuk fasilitas umum (fasum)," ungkap Ardhy.