SUARA SEMARANG - Kelurahan Jatirejo sebagai sentra penghasil produk kolang-kaling di Kota Semarang mendapatkan pendampingan dari sisi proses produksi hingga bantuan alat produksi agar bisa tembus pasar ekspor dunia.
Sebagai gerakan CSR, Pertiwi Indonesia meresmikan Rumah UMKM Kolang Kaling di Kelurahan Jatirejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Jumat (2/9/2022).
Dalam peresmian tersebut turut dihadiri Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Putri Kus Wisnu Wardhani.
Dinamai Rumah Produksi Si Koling, Rumah UMKM Kolang kaling Jatirejo akan menjadi pusat pengembangan dan pelatihan dalam meningkatkan kualitas mutu dan sistem jaringan pemasaran yang lebih luas kedepannya.
Karenanya, Pertiwi Indonesia juga menggandeng Universitas Katolik Soegijapranata dan BNI 46 yang akan turut serta dalam pendampingan para pelaku usaha kolang Kaling di Kelurahan Jatirejo.
Ketua Pertiwi Indonesia Antarina F Amir mengatakan, peresmian Rumah Produksi Si Koling akan membantu pendapatan warga Jatirejo dalam bangkit dari pandemi.
"Apa yang dilakukan Pertiwi Semarang adalah kolaborasi untuk membantunya UMKM lebih cepat bangkit dari pandemi Covid 19," katanya.
Bermacam pendampingan akan dilakukan Pertiwi bersama BNI 46, guna mencari solusi kendala apa yang selama ini dirasakan pelaku usaha UMKM kolang Kaling di Jatirejo.
Antarina menyebut, bantuan alat produksi yang telah diberikan membantu standar kualitas produk kolang-kaling agar bisa lebih luas diterima pasar.
![Pertiwi Indonesia resmikan Rumah Produksi UMKM Kolang Kaling Si Koling di Jatirejo Gunungpati Kota Semarang [Semarang.suara.com]](https://media.suara.com/suara-partners/semarang/thumbs/1200x675/2022/09/02/1-img-20220902-185153.jpg)
Ketua Pertiwi Semarang Mia Soedarso mengakui, kolang kaling di Jatirejo memiliki kualitas yang baik, namun saat ini masih terbatas pada wilayah pemasaran lokal. Belum menyentuh luar daerah Semarang.
"Kita utamakan lebih dulu kualitasnya, bagaimana mempertahankan kualitas kolang kaling serta keawetannya," katanya.
Namun begitu, mutu kualitas kolang kaling wajib memiliki standar kualitas yang harus terjaga.
"Sebelum memperluas jangkauan pasar wajib dilakukan standarisasi agar kualitas selalu terjaga dengan konsisten," katanya.
Setelahnya, pendampingan pelaku usaha kolang kaling akan diarahkan untuk memiliki kemasan atau packaging yang berstandar pula.
"Kami menggandeng peran akademisi Unika Soegijapranata untuk pengolahan produksi," katanya.
Sedangkan dari sektor permodalan dan alat kerja akan disokong oleh lembaga finansial Bank BNI 46.
"Jadi Rumah Produk Si Koling ini kami serahkan alat produksi untuk meningkatkan kualitas produk kolang kaling," katanya.
Sementara itu, Anggota Wantimpres Putri Kus Wisnu Wardhani akan menggali apa saja yang menjadi masukan dari para pelaku UMKM kolang kaling di Kelurahan Jatirejo.
Bersama Smart Tim nya akan menyusun apa saja yang menjadi kendala dan akan langsung disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.
"Kita mengusulkan kepada presiden kebijakan apa yang tepat untuk diberikan kepada masing masing sektor, kami mendengar apa saja yang jadi kendala untuk UMKM bangkit kembali," katanya.
Ia menjelaskan, kondisi pandemi serta perang Ukraina Rusia turut mempengaruhi kondisi sosial dan ekonomi negara-negara di dunia.
Terutama pengaruhnya krisis pangan dunia. Indonesia bisa mengambil keuntungan dengan sumber daya alam pangan yang ada di dalam negeri. Salah satunya melalui produk kolang kaling.
"Seperti krisis pangan, kolang kaling ini bisa jadi produksi yang tidak saja untuk kebutuhan pangan dalam negeri juga luar negeri," katanya.
![Produk UMKM Kolang Kaling di rumah produksi Si Koling Jatirejo Gunungpati Kota Semarang. [Semarang.suara.com]](https://media.suara.com/suara-partners/semarang/thumbs/1200x675/2022/09/02/1-img-20220902-185348.jpg)
Pembina Pertiwi Indonesia Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi mengapresiasi gerakan CSR yang dilakukan Pertiwi Indonesia bersama BNI 46, yang didukung pula Unika Soegijapranata.
Ia yang juga sebagai Ketua Penggerak PKK Kota Semarang, ikut berperan aktif mendorong pemerintah daerah dalam membantu UMKM.
"Pemkot Semarang mendukung UMKM baik permodalan dan pemasaran. Ini Kolaborasi Pertiwi dengan BNI. Produk kolang Kaling ini jadi produk yang bagus bisa ekspor juga," katanya.
Lurah Jatirejo Musfiati mengucapkan terima kasih atas bantuan Rumah Produksi Si Koling dari Pertiwi Indonesia dan BNI.
Bantuan ini sangat bermanfaat dan membantu warga Jatirejo yang mempunyai usaha atau UMKM olahan dari kolang kaling.
"Melalui bantuan ini olahan kolang kaling sudah bisa menjadi kerupuk, manisan, juga bakso kolang kaling. Kalau dulu hanya dijual mentah," katanya.