“Sehingga didapat para pelaku usaha yang memang benar-benar punya komitmen dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” kata Wahyudi Arief.
Ketua Panitia ENSIA, Retno Suryani, mengungkapkan bahwa antusiasme para pelaku usaha untuk mengikuti penghargaan tersebut sangat tinggi. Total, ada 217 paper yang didaftarkan oleh 62 perusahaan dari seluruh Indonesia dengan sektor usaha yang beragam.
Namun setelah dilakukan penjurian, ditetapkan 208 paper dari 59 perusahaan yang memperoleh penghargaan di tiga kategori, yakni platinum, gold, dan silver.
Ada beberapa kriteria utama yang menurut dia menjadi bahan penilaian, di antaranya kebaruan dan keunikan program dampak program terhadap lingkungan, serta dampak program untuk sosial masyarakat.
“Antusias pelaku usaha sangat tinggi dan di atas ekspektasi kami, paper-paper yang dikirimkan juga bagus-bagus, sehingga penilaian oleh dewan juri sangat ketat,” kata Retno Suryani.
Selain memberikan penghargaan, dalam acara puncak tersebut juga diselenggarakan talk show dengan pembicara Direktur Pengendalian Pencemaran Air KLHK, Nety Widayati dan Guru Besar Universitas Diponegoro yang juga Ketua Dewan Pertimbangan PROPER KLHK, Soedharto P Hadi.