SUARA SEMARANG - Pegawai Bapenda Kota Semarang yang hilang bernama Iwan Budi Prasetyo hingga kini masih berstatus sebagai ASN atau PNS.
Dengan demikian, dirinya tetap menerima gaji sebagai PNS di Bapenda Kota Semarang menurut aturan yang berlaku.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Abdul Haris yang hingga saat ini belum mendapatkan informasi terkait keberadaan pegawai Bapenda Kota Semarang tersebut.
Menurut Haris soal gaji kepada pegawai Bapenda Kota Semarang yang hilang tersebut mengacu pada Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 3 Tahun 2022, tentang Petunjuk Teknis Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil.
''Ketentuan tersebut menyampaikan, bahwa apabila ada laporan resmi dari berita acara Kepolisian maka pejabat pegawai, yaitu Bapak Wali Kota Semarang akan membuat atau menyatakan rekomendasi bahwa saudara Iwan dinyatakan hilang," katanya, Rabu (7/9/2022).
"Pak Walikota Hendrar Prihadi yang akan menyampaikan itu, karena ada berita acara Kepolisian, tapi sekarang belum,'' sambungnya.
Dalam aturan yang ada, pada tenggat waktu 12 bulan, jika tidak kembali dinyatakan meninggal, namun jika sebelum 12 bulan kembali, akan ada berita acara Kepolisian kenapa menghilang.
Dari hasil keterangan itu, akan menjadi pertimbangan apakah yang bersangkutan kembali sebagai PNS atau menerima sanksi hingga PTDH.
"Bisa diangkat lagi, tetapi dengan syarat harus ada berita acara Kepolisian lagi, yang bersangkutan meninggalkan kantor apakah sengaja atau ada masalah lain, pidana dan sebagainya. Nanti akan kita pertimbangkan dari berita acara Kepolisian. Apakah memang harus PTDH atau dengan hormat," jelasnya.
Diketahui, Iwan Budi yang merupakan pegawai Bapenda Kota Semarang dilaporkan hilang ke kepolisian sejak 25 Agustus 2022.
Pihak keluarga dan Pemerintah Kota Semarang juga telah menyebarkan pengumuman hilangnya Iwan Budi di media sosial.
Rupanya, Iwan Budi saat itu akan dipanggil dan diperiksa oleh kepolisian soal kasus korupsi.
''Jadi, itu baru akan pemeriksaan ya. Katanya mau dipanggil, pegawai Bapenda itu menghilang dulu. Kalau pemanggilan itu kan belum diketahui, sejauh mana terlibat atau tidak, apakah hanya saksi atau tidak. Kita tunggu setelah ketemu,'' jelas Haris.