SUARA SEMARANG - Bareskrim Polri mengungkapkan bila Bripka RR atau Ricky Rizal, tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J/Yoshua lolos dari tes Poligraf atau lie detector, sang pengacara buka suara mengenai pengakuan kliennya itu tentang yang terjadi melibatkan Putri Candrawathi (PC) dan Kuat Maruf.
Polri menumumkan bila Bripka RR bersama dua tersangka lain yakni Bharada E (Richard Eliezer) dan Kuat Maruf dinyatakan jujur dalam kasus pembunuhan Brigadir J/Yoshua oleh sang dalang Ferdy Sambo, apa yang terjadi dengan Putri Candrawathi turut dikatakan pengacara sang ajudan.
Dalam pernyataanya hingga lolos Lie Detector, Bripka RR menyebut dirinya tak tahu menahu tentang dugaan terjadinya pelecehan seksual, seperti yang banyak dibahas dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
Pengacara Bripka RR Erman Umar buka-bukaan dan beri kesaksian mengenai konflik panas di mana Kuat Maruf dan Brigadir J disebut bersitegang sebelumnya, ada Putri Candrawathi.
Melansir Suara, Erman Umar menjelaskan bila kliennya Bripka RR hanya melihat Brigadir J dipanggil Putri Candrawathi kemudian sempat panas dan bersitegang dengan Kuat Maruf.
Erman Umar menyebutkan RR sempat diminta pergi untuk membeli sejulmlah peralatan sekolah anak-anak Ferdy Sambo, ini terjadi pada pada tanggal 7 Juli 2022 di Magelang.
Dia melanjutkan, Bripka RR kemudian berangkat bersama Bharada E atau Richard Eliezer menunaikan permintaan itu.
Belum sampai membeli, Bharada E ditelepon oleh PC dan diminta segera kembali ke rumah menemuinya.
Namun saat kembali ke rumah Magelang, yang terjadi tampak sepi dan membuat bingung.
Tak lama-lama Bripka RR dan Bharada E naik ke lantai dua dan mereka melihat Susi (asisten rumah tangga) menangis.
"Kalau menurut saya kesaksiannya juga masih tidak bisa menggambarkan, dia sudah naik ke atas setelah bertanya sama Kuat Maruf ada apa dia melihat ke kamar ibu [PC], ibu baring di kamarnya ditanya sama RR, ada apa bu?" kata Erman dalam wawancara di Kompas TV yang tayang di YouTube pada Kamis (8/9/2022).
"Tapi ibu tidak menjawab langsung bertanya Yosua [Brigadir J] di mana?" ucap Erman Umar.
Erman Umar menjelaskan kembali kesaksisn Bripka RR, yang menyebutkan bila dia tidak tahu persis kondisi PC saat itu namun terlihat sakit.
Selanjutnya yang terjadi, Bripka RR turun ke bawah dan mengetahui Yoshua mau naik dan masuk ke kamar PC namun dihalangi oleh Kuat Maruf.
"Jadi Pak Kuat mau halangi ini karena ya enggak tahu penafsiran dari Kuat kenapa, dia halangi karena dia udah bertengkar, mungkin dia merasa ada pertengkaran antara Kuat dan Yosua jadi RR menjaga," ujar Erman Umar.