Tragedi Stadion Kanjuruhan, 18 Polisi Operator Senjata Pelontar Diperiksa Propam

Semarang | Suara.com

Senin, 03 Oktober 2022 | 18:40 WIB
Tragedi Stadion Kanjuruhan, 18 Polisi Operator Senjata Pelontar Diperiksa Propam
Polisi operator senjata pelontar diperiksa Propam (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.)

SUARA SEMARANG - Propam memeriksa 18 personel anggota Polri yang menjadi operator senjata pelontar menyusul terjadinya tragedi Stadion Kanjuruhan Malang.

Diketahui, dalam tragedi Stadion Kanjuruhan, terdapat ratusan korban jiwa dan luka-luka.

Dalam peristiwa tersebut, beredar kabar di sosial media bahwa anggota Polri yang melakukan pengamanan melontarkan gas air mata sehingga membuat ribuan penonton panik.

Ada 18 polisi yang diperiksa terkait prosedur pengamanan saat terjadi kericuhan di stadion Kanjuruhan Malang usai pertadingan Arema FC vs Persebaya.

Pemeriksaan kepada anggota Polri tersebut dilakukan oleh tim dari Itsus dan Propam.

"Tim dari pemeriksa Bareksrim secara internal dari Itsus dan Propam melakukan pemeriksaan anggota yang terlibat langsung dalam pengamanan," ungkap Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, Senin (3/10/2022) dikutip dari PMJ News.

"18 orang anggota yang bertanggung jawab atau operator senjata pelontar didalami Itsus dan Propam," tuturnya.

Selain itu, tim Itsus dan Propam juga akan mendalami terkait masalah SOP pengamanan pertandingan.

"Juga mendalami terkait masalah manajerial pengamanan, mulai pangkat perwira (pertama) sampai pamen," ujarnya.

Dedi menambahkan, dari laboratorium forensik (Labfor) Polri juga menganalisa titik-titik lokasi CCTV di sekitar stadion.

"Kemudian dari labfor juga mulai tadi malam dan hari ini juga masih bekerja mendalami dan menganalisa 32 titik CCTV yang ada di sekitar Kanjuruhan dan beberapa lokasi. Kemudian juga melakukan analisis terhadap 2 DVR," terangnya.

Peristiwa memilukan di stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang terjadi saat tuan rumah Arema FC tumbang di tangan musuh bebuyutannya, Persebaya Surabaya dengan skor 3-2.

Pertandingan berjalan seru dengan jual beli serangan dari kedua tim.

Namun diakhir pertandingan, Arema FC yang banyak menyerang tak mampu mengubah keadaan dan skor tetap 3-2.

Beberapa penonton nekat masuk usai pemain dan pelatih Arema FC memberikan hormat pada penonton.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Valentino "Jebret" Undur Usai Tragedi Stadion Kanjuruhan, Netizen Tanya Kapan Ketum PSSI Mundur

Valentino "Jebret" Undur Usai Tragedi Stadion Kanjuruhan, Netizen Tanya Kapan Ketum PSSI Mundur

Sumsel | Senin, 03 Oktober 2022 | 18:37 WIB

Tribune 14 Ditembak Gas Air Mata, Aulia Hanya Bisa Dengar Teriakan Saat Tragedi Kanjuruhan

Tribune 14 Ditembak Gas Air Mata, Aulia Hanya Bisa Dengar Teriakan Saat Tragedi Kanjuruhan

Malang | Senin, 03 Oktober 2022 | 18:32 WIB

Tragedi Kanjuruhan, Javier Roca: Tindakan Polisi Lampaui Batas!

Tragedi Kanjuruhan, Javier Roca: Tindakan Polisi Lampaui Batas!

Bekaci | Senin, 03 Oktober 2022 | 18:30 WIB

Terkini

Tren Mudik Bersama 2026, Cara Efektif Kurangi Macet dan Kendaraan Pribadi

Tren Mudik Bersama 2026, Cara Efektif Kurangi Macet dan Kendaraan Pribadi

Lifestyle | Rabu, 18 Maret 2026 | 14:51 WIB

Pragmatis atau Inkonsisten? Membaca Gaya Bebas Ekonomi ala Prabowo

Pragmatis atau Inkonsisten? Membaca Gaya Bebas Ekonomi ala Prabowo

Your Say | Rabu, 18 Maret 2026 | 14:50 WIB

Jelek! Lagu Resmi Piala Dunia 2026 Dihujat Fans: Gak Ada Greget, Lebih Mirip Sound WWE

Jelek! Lagu Resmi Piala Dunia 2026 Dihujat Fans: Gak Ada Greget, Lebih Mirip Sound WWE

Bola | Rabu, 18 Maret 2026 | 14:47 WIB

Baim Wong Tak Batasi Anak Lebaran Bareng Paula Verhoeven: Kita Mah Fleksibel, Gak Pernah Dipersulit

Baim Wong Tak Batasi Anak Lebaran Bareng Paula Verhoeven: Kita Mah Fleksibel, Gak Pernah Dipersulit

Entertainment | Rabu, 18 Maret 2026 | 14:46 WIB

Sinyal Bahaya? Legislator Golkar Soroti Tekanan Struktural di Balik Melebarnya Defisit APBN 2025

Sinyal Bahaya? Legislator Golkar Soroti Tekanan Struktural di Balik Melebarnya Defisit APBN 2025

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 14:46 WIB

Novel The Magicians Nephew: Petualangan Digory dan Dunia Narnia Terbentuk

Novel The Magicians Nephew: Petualangan Digory dan Dunia Narnia Terbentuk

Your Say | Rabu, 18 Maret 2026 | 14:45 WIB

Kemenhub Catat 6,2 Juta Orang Mudik Naik Angkutan Umum Hingga H-4

Kemenhub Catat 6,2 Juta Orang Mudik Naik Angkutan Umum Hingga H-4

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 14:44 WIB

Teks Takbiran Idul Fitri Lengkap: Lafal Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Teks Takbiran Idul Fitri Lengkap: Lafal Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Lifestyle | Rabu, 18 Maret 2026 | 14:44 WIB

Google Gemini Gantikan Assistant, Fitur Personal Intelligence Bikin AI Lebih Personal

Google Gemini Gantikan Assistant, Fitur Personal Intelligence Bikin AI Lebih Personal

Tekno | Rabu, 18 Maret 2026 | 14:43 WIB

Kontroversi Besar Piala Afrika 2025: Aturan Ini yang Dilanggar Senegal hingga Gelar Juara Dicabut

Kontroversi Besar Piala Afrika 2025: Aturan Ini yang Dilanggar Senegal hingga Gelar Juara Dicabut

Bola | Rabu, 18 Maret 2026 | 14:42 WIB