AS Teken Kontrak Rahasia dengan 7 Raksasa AI, Era Perang Tanpa Manusia Dimulai?

Galih Prasetyo | Suara.com

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:12 WIB
AS Teken Kontrak Rahasia dengan 7 Raksasa AI, Era Perang Tanpa Manusia Dimulai?
Menteri Perang AS Pete Hegseth (Kedubes AS)
  • Departemen Perang AS bekerja sama dengan tujuh perusahaan teknologi untuk mengembangkan sistem militer berbasis kecerdasan buatan demi keunggulan tempur.
  • Pentagon mengalokasikan anggaran sebesar 54 miliar dolar AS khusus untuk pengembangan senjata otonom dan berbagai sistem pendukung operasi militer.
  • Perusahaan Anthropic ditetapkan sebagai entitas berisiko karena menolak klausul penggunaan teknologi untuk kepentingan pengawasan massal dan senjata otonom.

Suara.com - Departemen Perang AS resmi menandatangani kerja sama dengan tujuh perusahaan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung operasi militer rahasia dan pengembangan teknologi perang generasi baru.

Perusahaan yang terlibat dalam kesepakatan tersebut adalah OpenAI, Google, Nvidia, Microsoft, Amazon Web Services, SpaceX, serta Reflection AI.

Pentagon menyebut seluruh perusahaan itu sepakat mengizinkan teknologi mereka digunakan untuk penggunaan yang sah secara hukum oleh militer Amerika Serikat.

“Kesepakatan ini mempercepat transformasi menuju militer Amerika Serikat sebagai kekuatan tempur berbasis AI dan akan memperkuat kemampuan pasukan kami mempertahankan keunggulan pengambilan keputusan di seluruh domain peperangan,” demikian pernyataan Pentagon dilansir dari The Guardian.

Pentagon diketahui mengalokasikan dana dalam jumlah masif untuk pengembangan teknologi militer berbasis AI dan senjata otonom.

Chatgpt (Pexels/Matheus Bertelli)
Chatgpt (Pexels/Matheus Bertelli)

Departemen Perang AS meminta anggaran sebesar 54 miliar dolar AS hanya untuk pengembangan senjata otonom, di luar pendanaan untuk jaringan intelijen, perang drone, dan sistem informasi rahasia.

Meski demikian, Pentagon belum merinci bagaimana masing-masing teknologi dari perusahaan tersebut akan diterapkan dalam operasi militer.

Sementara itu, perusahaan AI Anthropic justru tidak masuk dalam daftar mitra Pentagon.

Anthropic menolak klausul penggunaan secara legal teknologi AI dalam kontrak karena khawatir dipakai untuk pengawasan massal domestik atau senjata mematikan otonom tanpa kendali manusia.

Akibat perselisihan tersebut, Pentagon bulan lalu menetapkan Anthropic sebagai perusahaan yang berisiko.

Ini untuk pertama kalinya label itu diberikan kepada perusahaan teknologi asal Amerika.

Status itu membuat Pentagon dan kontraktornya dilarang menggunakan produk Anthropic, meski perusahaan tersebut kemudian menggugat keputusan tersebut ke pengadilan.

Ekspansi penggunaan AI oleh militer AS ini memicu kontroversi di berbagai kalangan, terutama terkait potensi penyalahgunaan teknologi untuk pengawasan domestik, keamanan siber global, hingga meningkatnya belanja pertahanan.

Pada Januari lalu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth meluncurkan strategi baru percepatan AI Pentagon.

“Kami akan membuka ruang eksperimen, menghapus hambatan birokrasi, dan memastikan Amerika memimpin dalam AI militer untuk masa depan,” ujar Hegseth.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Iran Walk Out dari Kongres FIFA 2026, Infantino Takut dan Tunduk pada AS

Iran Walk Out dari Kongres FIFA 2026, Infantino Takut dan Tunduk pada AS

Bola | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:18 WIB

Hardiknas, Masa Depan Guru, dan Pertarungan Melawan 'Mesin Pintar'

Hardiknas, Masa Depan Guru, dan Pertarungan Melawan 'Mesin Pintar'

Your Say | Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:25 WIB

Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru, Trump Malah Siapkan Pasukan Darat di Selat Hormuz

Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru, Trump Malah Siapkan Pasukan Darat di Selat Hormuz

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:57 WIB

Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah

Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:52 WIB

Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun

Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:45 WIB

Terkini

Kiai Ponpes di Pati Diduga Lecehkan 50 Santri: Modus Doktrin Agama, Terancam Dikebiri

Kiai Ponpes di Pati Diduga Lecehkan 50 Santri: Modus Doktrin Agama, Terancam Dikebiri

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 07:31 WIB

Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh

Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:14 WIB

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:40 WIB

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:21 WIB

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:21 WIB

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:33 WIB