Tagar ini bermula dari judul berita dari Suara .com "Kengerian di Pintu 13, yang Sebenarnya Terjadi saat Tragedi Kanjuruhan".
Rangkuman artikel itu ditulis oleh tim peliput di antaranya Yuliharto Simon, Dimas Angga Perkasa, dan Aziz Ramadani.
Belum ada Tersangka
Lebih jauh hingga hari ini belum ada tersangka perihal tragedi Kanjuruhan yang menewaskan setidaknya 125 orang menurut data pemerintah.
Aremania tak percaya data pemerintah begitu saja, dan menyebut korban meninggal dunia bisa mencapai 200 orang.
Sebab, dugaan mereka ada jenazah korban yang dibawa langsung pulang oleh rekan/keluarganya tanpa ke rumah sakit.
Kapolri Listyo Sigit baru mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dan sembilan orang dari Danki, Danyon, dan Danton Brimob.
Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dimutasi dari jabatannya sekarang dan digantikan perwira lain.
Seperti diketahui tragedi Kanjuruhan menarik perhatian dunia.
Persepakbolaan dunia menyorot apa yang terjadi di Kanjuruhan.
Bahkan untuk laga-laga besar di Eropa, sebelum laga dimulai mereka menaruh doa untuk korban tragedi Kanjuruhan.
Seperti yang dilakukan Real Madrid, Bayern Munchen dan lainnya.
Media Internasional New York Times juga menyorot apa yang dilakukan polisi dengan menembakkan gas air mata ke arah Tribun.
Sementara di dalam negeri Aremania terus menuntut adanya tersangka dalam tragedi Kanjuruhan.
Presiden Jokowi juga membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) untuk mengungkap fakta yang terjadi di Kanjuruhan.