SUARA SEMARANG - Para kader Partai Nasdem Kota Semarang pamit undur diri usai mengetahui hasil deklarasi diusungnya Anies Baswedan sebagai capres 2024.
Di antara yang menyatakan pamit undur diri keluar sebagai kader Nasdem adalah Shafig Pahlevi Lontoh. Ia mengaku sudah mengirim surat pengunduran diri ke DPD Partai Nasdem Kota Semarang.
Shafig menyatakan mundur pamit dari Nasdem sebab sudah tidak sejalan dengan kebijakan partai. Apalagi munculnya nama Anies Baswedan hasil deklarasi Capres 2024 yang diusung Nasdem.
Ia keluar dari Nasdem dengan jabatan terakhir kali sebagai Ketua DPD Garda Pemuda Nasdem Kota Semarang sekaligus Wakil Sekretaris DPD Partai Nasdem Kota Semarang.
"Ya benar saya sudah mengundurkan diri secara sukarela, dan sudah disusul kader lainnya," kata Shafig pada Rabu (5/10/2022), saat dikonfirmasi.
Di katakan Shafig, sebelumnya, ia sudah memberitahukan sinyal akan keluar atau undur diri sebagai kader Nasdem sejak Juli 2022.
Yakni saat adanya isu di Rakernas Nasdem 2022 yang memunculkan tiga nama calon presiden (Capres), yang salah satunya Anies Baswedan. Dua nama lainnya Ganjar Pranowo dan Andika Perkasa.
Kemudian Shafig secara terbuka menyatakan pamit undur diri untuk keluar dari Partai Nasdem lewat pemberitahuan beranda akun Facebook pribadinya, pada 3 Juli 2022.
Shafig Pahlevi Pontoh menjadi nama pertama yang menyatakan diri keluar dari kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kota Semarang.
Menurut dia, sebagai orang yang mempunyai prinsip maka dia konsisten dengan apa yang dia perjuangkan sedari awal.
"Tidak lagi sesuai dengan hati nurani dan lebih baik mengundurkan diri," katanya.
Ia memilih jalan sendiri dengan tidak lagi bersama Nasdem. Bahwa hidup termasuk perjuangan politik harus punya prinsip.
Daripada berseberangan dengan sesama internal partai dan menimbulkan kekecewaan serta polemik maka dia berpamitan.
"Hidup harus punya prinsip dan dari pada berlama-lama yang nantinya akan menimbulkan sebuah kekecewaan dan polemik internal partai, maka saya izin pamit," kata Shafig.
Meski demikian, kendati ada di luar lingkaran Nasdem, ia tetap menghormati hasil dari Rakernas dan deklarasi yang telah ditetapkan muncul nama Capres 2024 yang diusung Nasdem.
"Jika nanti di Pilpres 2024 kita tidak di titik yang sama. Semoga dikemudian hari kita bisa bertemu kembali dan tetap menjalin tali silaturahmi dan menjaga paseduluran walaupun berbeda pandangan," katanya.
Shafig juga mengatakan ada beberapa kader yang menyusul ikut undur diri dari Nasdem.
Diantaranta ada Sekretaris DPD Nasdem Banyumanik atas nama Adit. Kemudian ada nama Leksam, yang merupakan salah satu pentolan di suporter PSIS Semarang, Panser Biru.
Terpisah, Ketua Bidang Media Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Jawa Tengah, Ono Sarwono, mengaku belum menerima kabar adanya para kader yang keluar atau undur diri.
"Secara pribadi saya belum menerima kabar itu, belum ada surat pengunduran diri yang masuk setahu saya," katanya saat dihubungi media.
Menurut Ono Sarwono, jika memang ada kader Nasdem yang undur diri maka adalah hal yang biasa dalam dunia partai politik.
"Ya kita hormati saja kalau memang ada yang mengundurkan diri dari partai," katanya.
Terkait hasil Rakernas dan deklarasi, sampai saat ini Nasdem Jateng sudah berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
"Ini sudah sesuai aturan dari rakernas, jadi usulan dari DPC dan DPD kemudia sampai ke DPW itu ada tiga nama," katanya.
Di singgung apakah Nasdem Jateng juga siap menyukseskan nama Anies Baswedan sebagai Capres 2024 hasil deklarasi kemarin, ia mengaku tunduk pada putusan pusat.
"Dari nama rekomendasi tiga calon, kemudian kami bawa ke pusat, siap nama yang diputuskan adalah hak prerogatif ketua umum. Kami tunduk sebab itu konsekuensi atas apa yang diputuskan ketua umum," katanya.