Merinding, Air Pantai Klayar Pacitan Berwarna Hijau, Benarkah Tanda Nyi Roro Kidul Muncul, Ini Fakta Sebenarnya

Semarang

Rabu, 19 Oktober 2022 | 15:55 WIB
Merinding, Air Pantai Klayar Pacitan Berwarna Hijau, Benarkah Tanda Nyi Roro Kidul Muncul, Ini Fakta Sebenarnya
Air laut Pantai Klayar berubah warna hijau. (dok. Instagram @dongenggeologi)

SUARA SEMARANG - Air laut Pantai Klayar yang ada di Pacitan Jawa Timur mendadak berubah warna menjadi hijau. Konon berubahnya warna itu menandai kemunculan Nyi Roro Kidul.

Pantai Klayar masuk dalam pesisir Laut Selatan, dalam kepercayaan masyarakat Jawa merupakan wilayah kekuasaan dari sosok ghaib mitologi Nyi Roro Kidul.

Kekuasaan Nyi Roro kidul di Laut Selatan Jawa membentang dari ujung barat di pantai Ujung Kulon hingga pantai di Banyuwangi. 

Warna hijau sendiri adalah identik dengan simbol dari Nyi Roro Kidul, yang mana merupakan warna jubah serta selendang penguasa Laut Selatan. 
 
Lantas benarkah air Pantai Klayar Pacitan yanag berubah warna hijau tanda dari munculnya Nyi Roro Kidul.

Informasi tentang air laut Pantai Klayar berubah warna menjadi hijau ini tersebar di media sosial. Salah satunya pada akun Instagram @dongenggeologi.

Akun tersebut mendokumentasikan beberapa foto kondisi air Pantai Klayar Pacitan yang berubah warna menjadi hijau.

Foto-foto itu menunjukn posisi air yang berwarna hijau pada kawasan teluk Pantai Klayar.

Terdapat beberapa fakta ilmiah kenapa air Pantai Klayar Pacitan berwarna hijau. Usut punya usut, rupanya sedang dilakukan riset penelitian arus Rip Current oleh tim BMKG.

Air yang berubah warna hijau tersebut sebab diberi fluorescent dye (Uranine) yang biasanya digunakan untuk tracking aliran dan behavior air atau fluida.

baca juga

"Hal itu berguna dalam tracking aliran gelombang (rip current) agar lebih mudah diamati" tulis caption akun tersebut, pada Senin (18/10/2022).

Di jelaskannya, cukup sulit dalam riset arus Rip Current tersebut yang memakan waktu satu minggu. Kondisi alam dengan intensitas hujan tinggi cukup menjadi kendala di lapangan.

Tracking fluorescent dye (Uranine) juga dibarengi dengan pemasangan alat pengukur arus (Accoustic Doppler Current Profiler/ADCP) juga sempat bermasalah sehingga perlu dipindah untuk mencari lokasi yang ideal. 

Hingga akhirnya ADPC berhasil dipasang, sehingga dapat perekaman rip current yang ideal dan memuaskan.

Dalam akun tersebut juga diceritakan, kegiatan tersebut menarik perhataian beberapa pengunjung Pantai Klayar. Terutama saat air berwarna tiba-tiba menjadi hijau.

Hasilnya, terlihat Rip Current memiliki tipe menetap, dari sekitar 6x percobaan, selalu mengalir ke arah yang sama. 

Dengan kemungkinan tipenya kombinasi boundary rip dan channel rip. Dikontrol oleh tebing di sebelah timur dan jalur kapal. 

Gelombang yang datang dari tenggara masuk ke rataan terumnbu membentuk feeder current yang menyusur ke arah timur menuju ke tebing.

"Laporan lebih lengkap insyaAllaah akan disusulkan. Semoga riset ini memberi manfaat dan mengedukasi banyak orang mengenai rip current" tutup akun tersebut.

Melansir laman BLKG, Rip Current adalah arus kuat dari air laut yang bergerak menjauh dari pantai. Mereka bahkan dapat menyapu perenang terkuat sekalipun ke laut.

RIP Current disebabkan karena adanya pertemuan ombak yang sejajar dengan garis pantai sehingga menyebabkan terjadinya arus balik dengan kecepatan arus yang tinggi.

Kecepatan arusnya bervariasi tergantung pada kondisi gelombang, pasang surut dan bentuk pantai. Rip Current yang telah diukur kecepatannya dapat melebihi 2 m/ detik. Sehingga tentu saja sangat amat berbahaya bagi pengunjung pantai.

Jadi dapat disimpulkan bahwa warna hijau pada air di Pantai Klayar Pacitan bukan adanya tanda munculnya Nyi Roro Kidul. Melainkan adanya riset tentang pengukuran kekuatan arus Rip Current di kawasan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan Tak Sajikan Adegan Tembakan Gas Air Mata ke Tribun Penonton

Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan Tak Sajikan Adegan Tembakan Gas Air Mata ke Tribun Penonton

Bola | Rabu, 19 Oktober 2022 | 15:54 WIB

Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan, AKP Hasdarman Perintahkan Anggota Tembak Gas Air Mata

Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan, AKP Hasdarman Perintahkan Anggota Tembak Gas Air Mata

News | Rabu, 19 Oktober 2022 | 15:39 WIB

Masyarakat Aceh Timur Diimbau Siaga Banjir, BPBD Ingatkan Ini

Masyarakat Aceh Timur Diimbau Siaga Banjir, BPBD Ingatkan Ini

Sumut | Rabu, 19 Oktober 2022 | 15:31 WIB

Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Taput, BMKG Sebut Rangkaian Gempa Susulan

Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Taput, BMKG Sebut Rangkaian Gempa Susulan

Sumut | Rabu, 19 Oktober 2022 | 15:23 WIB

Reka Ulang Tragedi Kanjuruhan Malang Perlihatkan Lemparan Gas Air Mata Hanya Jatuh di Lintasan Lari

Reka Ulang Tragedi Kanjuruhan Malang Perlihatkan Lemparan Gas Air Mata Hanya Jatuh di Lintasan Lari

Cianjur | Rabu, 19 Oktober 2022 | 15:05 WIB

Terkini

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya

Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:15 WIB

Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:12 WIB

Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah

Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:50 WIB

Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle

Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:28 WIB

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:19 WIB

×