Krishna Murti Ditanya Soal Bawahan dan Ajudan Ferdy Sambo Terkait Pembunuhan Brigadir J : Itu Kegoblokan Berjamaah

Semarang

Rabu, 09 November 2022 | 17:48 WIB
Krishna Murti Ditanya Soal Bawahan dan Ajudan Ferdy Sambo Terkait Pembunuhan Brigadir J : Itu Kegoblokan Berjamaah
Irjen Pol Krishna Murti tentang bawahan dan ajudan Ferdy Sambo tersangka pembunuhan Brigadir J. (Instagram @krishnamurti_bd91)

SUARA SEMARANG - Irjen Pol Krishna Murti memberikan pendapat tentang para bawahan dan ajudan Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir J atau Joshua.

Sejumlah kesaksian dibeberkan para bawahan dan ajudan Ferdy Sambo terkait kronologi serta keterangan detik-detik terjadinya proses pembunuhan terjadi.

Setelah terkuak siapa saja para tersangka dimana melibatkan para bawahan dan ajudan Ferdy Sambo, dari tersangka perencanaan pembunuhan Brigadir J hingga tersangka obstruction of justice. 

Selanjutna dari keterangan yang diberikan oleh para saksi bawahan dan ajudan Ferdy Sambo membuat geram para hakim dan jaksa, tak terkecuali publik yang menyaksikan jalannya sidang.

Seperti saat saksi bawahan dan ajudan Ferdy Samnbo yakni Adzan Romer memberikan kesaksian yang berubah-ubah di sidang. Ternyata, Adzan Romer mengaku tidak mau berkata jujur karena takut dengan Ferdy Sambo. 

Pengakuan itu disampaikan Adzan Romer saat menjadi saksi untuk Kuat Maruf dan Ricky Rizal, dua terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Yosua.

"Apa yang menyebabkan keterangan saudara berubah-ubah?" cecar Jaksa di sidang seperti dikutip dari Suara.com, Rabu (9/11/2022). 

"Karena awalnya kami masih takut memberikan kejujuran," timpal Romer.

Terkait hal itu, Jaksa sempat mencecar Romer apakah alasannya itu karena takut kepada Tuhan atau siapa hingga dirinya tidak mau berkata jujur soal kematian Yosua. 

baca juga

"Takut memberikan kejujuran, takut kepada siapa? Kita kan takut pada Tuhan, kita takut mati atau kita takut apa?" cecar Jaksa.

"Takut sama Bapak (Ferdy Sambo), Pak," jawab Romer.

Sedangkan saksi bawahan dan ajudan lainnya, Ricky Rizal membantah kesaksian ajudan Ferdy Sambo, Daden Miftahul Haq, yang menyebut dirinya kala itu mondar-mandir karena mencari sesuatu.

Ricky Rizal, terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua, membeberkan alasan mengapa dirinya mondar-mandir di Rumah Saguling usai Yosua tewas dibunuh di Rumah Duren Tiga pada 8 Juli 2022 lalu. 

Ricky mengaku dirinya merasa kaget dan bingung setelah Yosua dieksekusi di Rumah Duren Tiga beberapa saat sebelum dia tiba di Rumah Saguling.

"Saya memang mondar-mandir itu karena saya dalam keadaan kaget, bingung atas kejadian itu baru saja terjadi," ujar Ricky di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (9/11/2022).

Ricky menyebut dirinya saat itu sama sekali tidak tahu harus berbuat apa usai Yosua tewas tertembak di Rumah Duren Tiga. Dia juga membantah keterangan eks ajudan Ferdy Sambo Daden Miftahul Haq yang menyebut dirinya kala itu mondar-mandir karena mencari sesuatu.

"Jadi saya tidak tau harus berbuat apa seperti itu, bukan saya mencari sesuatu mohon izin," jelas Ricky.

Sebelumnya, eks ajudan Ferdy Sambo, Prayogi Iktara Wikaton sempat melihat Ricky Rizal seperti orang kebingungan di malam hari setelah peristiwa pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Hal tersebut diceritakan Yogi saat bersaksi di sidang Ricky dan Kuat Maruf selaku terdakwa dalam persidangan di Pangadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (9/11/2022) malam.

Saling silang keterangan para saksi yang membingungkan disebut oleh Krishna Murti termasuk tidak memegang salah satu butir dalam Catur Prasetya Polri.

Dia menjelaskan bahwa dalam organisasi TNI / POLRI, adalah hal yg lumrah ketika senior memimpin junior, atau junior memimpin senior, atau sesama rekan memimpin rekan yg lain, atau bahkan ketika saatnya harus dipimpin oleh orang lain yang mendapat amanah untuk itu.

"Belajar jadi pemimpin harus dimulai dari kemampuan diri untuk loyal ketika dipimpin orang lain. Siapapun pemimpinnya. Apalagi anggota Polri harus memgang teguh salah satu butir CATUR PRASETYA: SETIA KEPADA NEGARA DAN PIMPINANNYA" tulis captionnya dalam Instagram pribadinya, Rabu (9/11/2022).

Sebab postingan Krishna Murti tentang butir Catur Prasetya, publik warganet kemudian meminta pencerahan kepada jenderal bintang dua tersebut.

"Izin tanya jendral di kasus FS, apakah yg di lakukan bawahan & ajudan nya itu yg di maksud CATUR PRASETYA????" tulis @cecepsugianto.

Mendapat pertanyaan dari publik pada kolom komentar, Krishna Murti kemudian menjelaskan dengan jawaban pada kolom komentar pula.

Bahwa apa yang dilakukan para bawahan dan ajudan Ferdy Sambo dalam kaitan keterlibatan pembunuhan Brigaidr J dan selama memberikan kesaksian selama sidang adalah sebuah kegoblokan berjamaah.

Sehingga berdampak telah merusak sistemik pada organisasi sebab pemimpin yang membuat keputusan namun anak buah tidak memberikan masukan yang benar, justru melaksanakan perintah yang salah.

Padahal, lanjut Krishna Murti, bahwa bawahan bisa menolak perintah atasan seperti yang termaktub dalam Perkap. 

"@cecepsugianto itu sih kegoblokan berjamaah yg kemudian berdampak pada kerusakan sistemik pada organisasi. Kegoblokan berjamaah adalah ketika pemimpin buat keputusan dan anak buah tdk memberikan masukan yg benar, malah melaksanakan perintah yg salah. Sdh jelas diatur dalam perkap, bawahan bisa menolak perintah yg salah" terang @krishnamurti_bd91.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Peragakan Posisi Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal Saat Lihat Jenazah Yosua Tergeletak, Adzan Romer: Hanya BerdiriSaja

Peragakan Posisi Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal Saat Lihat Jenazah Yosua Tergeletak, Adzan Romer: Hanya BerdiriSaja

Ranah | Rabu, 09 November 2022 | 17:19 WIB

Ketahuan, Ini Alasan Kesaksian Adzan Romer Eks Ajudan Ferdy Sambo Berubah-ubah: Takut Sama Bapak

Ketahuan, Ini Alasan Kesaksian Adzan Romer Eks Ajudan Ferdy Sambo Berubah-ubah: Takut Sama Bapak

Jakarta | Rabu, 09 November 2022 | 17:42 WIB

Kumpulan Drama Sidang Sambo: Kepribadian Ganda Brigadir J, ART Susi Cium Tangan Majikan

Kumpulan Drama Sidang Sambo: Kepribadian Ganda Brigadir J, ART Susi Cium Tangan Majikan

News | Rabu, 09 November 2022 | 17:29 WIB

Tak Hanya Diam Usai Brigadir J Tewas Tapi Ajudan Lihat Bripka Ricky Rizal Lakukan Hal Ini

Tak Hanya Diam Usai Brigadir J Tewas Tapi Ajudan Lihat Bripka Ricky Rizal Lakukan Hal Ini

Cianjur | Rabu, 09 November 2022 | 17:25 WIB

Mantan Ajudan Mengubah Kesaksian di Sidang, Akui Takut Pada Sosok Ferdy Sambo

Mantan Ajudan Mengubah Kesaksian di Sidang, Akui Takut Pada Sosok Ferdy Sambo

Sumsel | Rabu, 09 November 2022 | 17:17 WIB

Terkini

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Riau | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol

Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak

Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak

Bri | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah

Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat

Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:02 WIB

Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas

Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Kenali Modus Customer Service Palsu yang Mengincar OTP dan PIN

Kenali Modus Customer Service Palsu yang Mengincar OTP dan PIN

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×