SUARA SEMARANG - Aktris muda belia Arawinda Kirana akhirnya berani berbicara atau speak up jika dia adalah korban dari kekerasan seksual.
Sebagai korban kekerasan seksual, Arawinda Kirana awalnya hanya diam saja dan berusaha memendam meski semua disekitarnya seolah meneror dia.
Dia mengalami masa yang kelam sebagai gadis remaja yang termakan oleh hasutan pria buaya yang hanya untuk melampisakan hasrat seksual saja.
Apalagi, menjadi makin runyam di media sosial tentang tersebarnya aib dia yang menjadi korban kekersan seksual menjadi konsumsi publik.
Dunia dia hancur, sebagai remaja muda ditengah tekanan luar biasa dibandingkan dengan kekuatan kedewaasaan yang rapuh.
Makin tertekan, Arawinda Kirana justru mendapat ancaman dari pria pelaku kekerasan seksual padanya. Padahal dia adalah korban pemerkosaan si pria tersebut.
Dunia dia makin gelap, sahabat terdekat yang berusaha menolong justru menjadi tekanan dia. Bahkan semua mata memandang dia adalah gadis murahan.
Unik dan menarik, itu lah kisah yang diangkat film genre remaja Like and Share yang dibintangi oleh aktris muda Arawinda kirana.
Film Like and Share dengan core cerita tentang mengangkat isu remaja perempuan sebagai korban kekerasan seksual, disertai dengan bumbu digital media sosial yang membuat makin ruwet persoalan.
Keruwetan persolan remaja perempuan di film Like and Share bakal diurai secar apik dengan sistematis dan menyeluruh oleh sang penulis skenario sekaligus sutradara Gina S Noer.
Gina S Noer ingin menyampaikan pesan agar film Like and Share bisa menjadi sebuah ruang publik dalam diskusi tentang melindungi remaja dan perempuan Indonesia.
"Saya berharap dengan adanya film ini bisa membuka ruang diskusi dan menjadi titik tolak para pengambil kebijakan, para aparat pemerintah, polisi, orang tua, pendidik, semua yang bisa melindungi remaja dan perempuan Indonesia," katanya, usai gala premiere di Cinepolis XXI Java Mall Semarang, Sabtu 26 November 2022.
Ia mengatakan dalam film Like and Share juga sekaligus sebagai kritik membangun bagi penanganan pelaksanaan UU tindak pidanan kekerasan seksual terhadap perempuan.
"Agar lebih berpihak pada korban, menegakan pelaksanaan uu tindak pidana kekerasan seksual, membuat infrastukur yang lebih ramah perempuan,anak dan remaja," katanya saat roadshow di Sinepolis Java Mall Semarang, 26 November 2022.
Gina S Noer menggandeng dua pemeran sentral di film Like and Share yakni Arawinda Kirana sebagai Sarah dan Aurora Ribero sebagai Lisa.
Sarah dan Lisa merupakan dua sahabat di SMA dan saling suport sistem untuk berani speak up saat menjadi korban kekerasan seksual.
"Kita bisa menjadi lisa dan Sarah untuk satu sam lain, agar tidak ada lagi korban yang tak tersuarkan. Tidak ada lagi para pelaku seperti Devan, atau bahkan yang suka ngeshare yang suka nonton video porno seperti Lisa dan Sarah," katanya.
![Jerome Kurnia, Arawinda Kirana dan pemain Like and Share. [Semarang.Suara.com]](https://media.suara.com/suara-partners/semarang/thumbs/1200x675/2022/11/29/1-whatsapp-image-2022-11-27-at-215234.jpeg)
Arawinda Kirana menyampaikan bahwa kekerasan seksual pada remaja perempuan yang ia perankan penuh dengan layer dan penuh manipulasi.
Ia berperan sebagai Sarah, remaja SMA yang menjadi korban pemerkosaan dan berusaha berusaha bertahan.
"Dan dalam film kasus kekerasan seksual yang terjadi kepada Sarah itu adalah bentuk kekerasan seksual yang tidak terlihat," katanya.
Arawinda Kirana juga berpesan kepada siapa saja untuk lebih bijak dalam bermedia sosial apalgi kultur medsos masyarakat penuh dengan siber bullying saat masuk sebagai korban.
"Degan adanya konflik itu dalam film, saya berharap otang tambah aware dengan kasus kekerasn seksual yang disembunyikan, dan untuk wanti-wanti dalam konsumsi internet karena di dalam video porno yang dilihat ada seorang gadis yang diperkosa atau tersakiti," pesannya.
Para pemain film Like and Share turut dihadirkan ada Arawinda Kirana, Aurora Ribero, Aulia Sarah, Jerome Kurnia dan lainnya.
Rencananya film Like and Share akan tayang serentak di bioskop tanah air mulai tanggal 8 Desember 2022.