SUARA SEMARANG - Pengerjaan Taman Singosari mulai dilakukan dengan diawali groundbreaking oleh Plt Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita, Selasa (6/12/2022).
Groundbreaking Taman Singosari merupakan sinergitas antara Pemkot Semarang dengan Gojek, guna mewujudkan Kota Semarang makin menambah ruang terbuka hijau.
Selain itu, Taman Singosari yang berada di Jalan Sriwijaya ini, juga bakal mempercantik keberadaan lokasi tersebut yang digadang bakal jadi Simpang Lima kedua Kota Semarang.
"Ini revitalisasi Taman Singosari untuk menambah ruang terbuka hijau dan menciptakan kota yang teduh dan ramah lingkungan," kata Mbak Ita.
Groundbreaking Taman Singosari menandakan pembangunan taman dengan luas kurang lebih 1.900 m2. Kemudian diperlengkap dengan pembuatan jalan baru selebar 9 meter di depan eks Wonderia.
Mbak Ita mengapresiasi pihak Gojek, sebagai wujud kegiatan yang melibatkan CSR pihak ketiga sebagai konsep nergerak bersama.
“Kami menyampaikan matur nuwun atas peran serta Gojek dalam berpartisipasi untuk membuat Kota Semarang semakin bersih, semakin indah, dan semakin nyaman," katanya.
Pihaknya kembvali mengajak para pihak ketiga dengan pemerintah dan swasta untuk berpartisipasi (dalam pembangunan kota).
"Seperti yang kita lihat nggak mungkin suasana tempatnya masih tetap seperti ini (tidak dikembangkan) apalagi sudah ada pelebaran jalan Sriwijaya. Diharapkan dengan adanya bantuan dari Gojek akan bisa mempercantik taman di sini yang juga merupakan cita-cita dari Pak Hendi dan ini kita melanjutkan," katanya.
"Bagaimana ini ditata menjadi simpang lima kedua yang kemudian ada Taman Singosari yang akan dijadikan pusat kuliner,” lanjut Mbak Ita.
Dirinya kembali menegaskan kepada jajarannya untuk memikirkan rencana pemeliharaan atau maintenance taman sejak awal pembangunan.
Menurutnya, jangan sampai taman yang ada nantinya hanya indah saat peresmian saja tetapi selanjutnya menjadi terbengkalai akibat tidak ada dana pemeliharaannya.
Ia menekankan kepada jajarannya untuk saling berkoordinasi dan bekerja sama karena pembangunan yang efektif dan efisien tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.
“Dalam melakukan pembangunan harus ada sinergitas antar OPD agar tidak banyak biaya printilan, artinya nanti Dinas PU bangun, Disperkim bangun lagi. Kita libatkan seluruh stakeholder. Ini menjadi tugas atau PR, Kota Semarang kan kota besar sudah mestinya berbenah tentang kabel-kabel. Mungkin kita bisa mengejar kerja sama dengan pihak ketiga (mengenai penataan kabel),” tambahnya.
Anggaran sebesar 1,1 milyar rupiah digelontorkan dalam pembangunan Taman Singosari ini.
Pemkot Semarang dan Gojek menargetkan pembangunan taman akan selesai pada triwulan pertama tahun 2023.
Sementara ini pembanguan berupa revitalisasi taman sehingga belum memerlukan pembebasan lahan.
Kepala Wilayah Operasional Gojek Semarang Raya, Nur Andriansyah menjelaskan konsep taman akan dibuat menjadi seperti hutan kota sehingga tidak akan memangkas pohon dan hanya merapikan yang ada.
“Kita memang terbuka untuk berpartisipasi dalam memberikan hasil kerja yang nyata untuk masyarakat Kota Semarang. Dari kita Gojek mendukung sekali program Pemerintah ini dan kita mengaktifkan dan memberikan akses yang mudah untuk masuk taman sehingga masyarakat bisa menikmati ruang terbuka hijau yang nyaman bisa memberikan kesehatan dan kebahagiaan bagi masyarakat Semarang,” ungkap Andri. (ambar)