Gedung Kota Lama Semarang Terpasang Barcode Building Signage, Mbak Ita: Wisatawan Scan Pakai HP Tahu Nama dan Sejarah Telling Story

Semarang

Kamis, 15 Desember 2022 | 13:10 WIB
Gedung Kota Lama Semarang Terpasang Barcode Building Signage, Mbak Ita: Wisatawan Scan Pakai HP Tahu Nama dan Sejarah Telling Story
Barcode building signage di gedung Oudetrap Kota Lama Semarang. (Dok Semarang.suara.com)

SUARA SEMARANG - Gedung-gedung tua di Kota Lama Semarang saat ini terpasang barcode signage atau di sebut building signage.

Building signage berupa kode QR barcode yang jika di scan menggunakan HP maka wisatawan bisa mengetahui nama dan sejarah dari gedung-gedung bersejarah Kota Lama.

Barcode building signage ini untuk lebih memudahkan wisatawan yang berkunjung ke Kota Lama Semarang bisa tahu telling story secara lengkap sejarahnya.

Digitalisasi telling story barcode building signage ini, juga untuk meminimalisir penggunaan media konvensional seperti pamflet dan brosur yang tak efektif.

"Wisatawan tinggal scan barcode via HP yang ada di depan masing-masing gedung, maka akan muncul informasi telling story dari gedung tersebut," kata Hevearita Gunaryanti Rahayau atau Mbak Ita, Walikota Semarang.

Mbak Ita menjelaskan, saat wisatawan scan barcode building signage, maka sejarah dari foto-foto lawas, nama lama Belanda, serta kisah sejarah lengkapnya akan muncul.

Salah satu yang sudah terpasang ada pada Gedung Oudetrap yang ada di depan Taman Srigunting. Secara simbolis dipasang di tembok bagian depan, pada Minggu 10 Desember 2022.

Total pada tahap pertama ada 28 gedung tua kuno Kota Lama Semarang yang sudah dipasang barcode building signage. Semua informasi sejarah gedung kuno itu disusun oleh Pemkot Semarang dengan para pakar ahli sejarah yang kompeten.

"Sejak tiga tahun lalu kita susun informasi sejarahnya dan sekarang alhamdulillah penamaan signage building yang merupakan telling story dibuat agar masyarakat tahu sejarah gedung-gedung di kota lama," katanya.

baca juga

Menurut Mbak Ita, total ada 117 gedung bersejarah yang ada di Kota Lama bertahap dipasang building signage, akan berlanjut tahun berikutnya.

Selain Oudetrap, juga telah dipasang building signage seperti Gereja Blenduk, Spigel dan sebagainya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang, Irwansyah mengatakan, proyek Signage Building ini menelan anggaran Rp. 128juta. 

"Dengan anggaran 128 juta rupiah yang merupakan dana DAU namun kemudian kita alokasikan untuk pembuatan signage building. Tujuannya agar masyarakat tambah paham dengan masing-masing gedung bersejarah di Semarang khususnya kota lama, " terang Irwansyah. 

Menurutnya, melalui Signage Building ini sekaligus pendataan bangunan yang sudah resmi secara SK Walikota ditetapkan sebagai cagar budaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Groundbreaking Taman Singosari, Mbak Ita: Percantik Simpang lima Kedua Kota Semarang

Groundbreaking Taman Singosari, Mbak Ita: Percantik Simpang lima Kedua Kota Semarang

Semarang | Selasa, 06 Desember 2022 | 20:38 WIB

Mbak Ita dan Jasa Raharja Serahkan Santunan Kematian Korban Kecelakaan Magetan, Biaya RS Korban Luka Juga Ditanggung

Mbak Ita dan Jasa Raharja Serahkan Santunan Kematian Korban Kecelakaan Magetan, Biaya RS Korban Luka Juga Ditanggung

Semarang | Senin, 05 Desember 2022 | 20:59 WIB

Mbak Ita Kenalkan Kampoeng Flora Mijen, Destinasi Wisata Tanaman Hias Kota Semarang

Mbak Ita Kenalkan Kampoeng Flora Mijen, Destinasi Wisata Tanaman Hias Kota Semarang

Semarang | Minggu, 04 Desember 2022 | 19:13 WIB

Terkini

Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital

Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital

Foto | Jum'at, 26 Juni 2026 | 06:00 WIB

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:52 WIB

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:32 WIB

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:03 WIB

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:51 WIB

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:46 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Banten | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:30 WIB

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:21 WIB