SEMARANG SUARA- Pada artikel berikut ini kami akan menyajikan naskah teks khutbah Jumat yang akan membahas tentang Resolusi dalam kehidupan. Ssangat cocok untuk dijadikan referensi khutbah Jumat di penghujung akhir tahun 2022 untuk menyambut awal tahun 2023.
Naskah teks khutbah Jumat yang ada pada artikel ini hanya sebagai referensi atau contoh untuk para khotib yng akan berkhutbah pada hari Jumat terakhir di bulan Desember 2022.
Dilansir dari laman bersama dakwah, berikut ini adalah sajian teks naskah khutbah Jumat singkat yang bisa digunakan pada hari Jumat terakhir di bulan Desember akhir tahun 2022 untuk untuk menyambut tahun baru 2023.
Resolusi dalam kehidupan
Khutbah Pertama
. . .
Ma’asyiral muslimin hafidhakumullah,
Waktu berjalan demikian cepat. Seakan tak terasa ketika detik berganti, menit berlalu, jam demi jam kita lewati. Maka hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan kini tahun pun berganti. Kalender miladiyah 2022 kita lewati dan tahun 2023 kita masuki.
Pergantian tahun seperti ini umumnya menjadi momen evaluasi. Di instansi pemerintah maupun perusahaan swasta, ada laporan tahunan. Ada target baru di tahun mendatang. Ada resolusi.
Sesungguhnya, muhasabah atau evaluasi bagi seorang muslim tak perlu menunggu pergantian tahun. Demikian pula resolusi.
Baca Juga: Viral Penumpang Mobil Mewah Pukul Petugas SPBU Gara-gara Ngotot Beli BBM Subsidi
Pentingnya Muhasabah
Jamaah Jum’at a’zzakumullah,
Muhasabah adalah keniscayaan bagi orang-orang yang beriman. Dalam berbagai kesempatan. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Hasyr: 18)
Melalui ayat ini, Allah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk bermuhasabah. Waltandhur nafsum maa qoddamat lighad. Hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah ia perbuat untuk hari esok.
Seluruh ulama mufassirin sepakat bahwa ghad pada ayat ini maksudnya adalah akhirat. Sehingga muhasabah kita yang paling utama adalah terkait dengan apa yang sudah kita lakukan untuk akhirat nanti. Apa yang kita persiapkan untuk hidup setelah mati.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengisyaratkan, muslim yang cerdas adalah muslim yang paling sering melakukan muhasabah. Tentang apa yang akan ia siapkan menghadapi hidup setelah mati.
Orang yang cerdas adalah orang yang menyiapkan dirinya dan beramal untuk hari setelah kematian. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)