SEMARANG SUARA- Berikut ini merupakan kumpulan soal Pedagogik Matematika Pretest PPG PGSD yang bisa kalian gunakan sebagai referensi belajar.
Sajian soal Pedagogik Matematika Pretest PPG PGSD yang ada pada artikel berikut ini hanya sebagai referensi belajar para peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) silahkan mencari kunci jawaban untuk mendapatkan hasil terbaik.
Dirangkum dari berbagai sumber berikut kamu sajikan kumpulan soal Pedagogik Matematika Pretest PPG PGSD.
Soal Pedagogik Matematika Pretest PPG PGSD
1. Siswa mempelajari konsep penjumlahan dua bilangan cacah dengan menggunakan kelereng. Caranya dengan menggabungkan 4 kelereng dengan 2 kelereng, dan kemudian menghitung banyaknya semua kelereng. Menurut Teori Belajar Bruner, ilustrasi pembelajaran tersebut termasuk tahap. . .
A. enaktif
B. ikonik
C. simbolis
D. operasional konkrit
2. Pak Adit mengajarkan konsep bangun segi banyak kepada siswa kelas IV melalui gambar. Pertama-tama, Pak Adit menggambar beberapa contoh bangun segi banyak. Kemudian, beliau menggambar beberapa contoh bukan bangun segi banyak. Pembelajaran tersebut menjadikan pemahaman siswa menjadi lebih baik karena sesuai dengan dalil. . .
A. kontruksi
B. notasi
C. kekontrasan
D. konektivitas
3. Berdasarkan taksonomi Bloom, terdapat beberapa tingkatan domain pengetahuan (kognitif). Salah satunya adalah menganalisis (analyze). Berikut contoh pertanyaan yang bersifat menganalisis yaitu...
A. Apa yang dimaksud dengan bangun datar?
B. Bagaimana bentuk dari balok?
C. Berapa luas persegi yang sisi-sisinya 4 cm?
D. Mengapa persegi disebut juga persegipanjang?
4. Perhatikan gambar di bawah!
Gagne mengemukakan bahwa keterampilan-keterampilan yang dapat diamati sebagai hasil-hasil belajar disebut kapabilitas. Berdasarkan bagan di atas, kemampuan yang harus dikuasai (X) agar mencapai kapabilitas yang ditentukan yaitu . . .
A. bilangan prima
B. kelipatan persatuan terbesar
C. faktor persekutuan terkecil
D. akar pangkat tiga
5. Perhatikan gambar di bawah!
Salah satu strategi pemecahan masalah matematika ditunjukkan oleh gambar di atas. TUjuan dari strategi tersebut yaitu. . .
A. menyederhanakan masalah dan memperjelas hubungan yang ada
B. memperjelas hubungan antar komponen dalam permasalahan
C. menemukan pola yang relevan dengan permasalahan yang ada
D. mengklasifikasi dan menyusun informasi atau data
6. Bu Lisa menggunakan pendekatan matematika realistik saat mengajar di kelas. Pada akhir pembelajaran Bu Lisa mengadakan evaluasi. Instrumen yang digunakan untuk mengungkap kegiatan siswa (menemukan, matematisasi, dan sebagainya) yaitu berupa tes. . .
A. soal terbuka
B. soal pilihan ganda
C. soal C1 sampai C3
D. soal C4 sampai C5
7. Perhatikanlah tingkatan kognitif berikut!
(1) Menganalisis
(2) Mencipta
(3) Mensintesis
(4) Mengevaluasi
David R. Krathwohl dalam The Bloom’s taxonomy revision menyatakan bahwa untuk mengukur kemampuan berpikir matematik tingkat tinggi digunakan beberapa indikator. Indikator yang dimaksud ditunjukkan oleh nomor...
A. 1 dan 2
B. 2 dan 3
C. 3 dan 4
D. 1, 2, dan 4
8. Ibu Tiyas mengajarkan konsep membandingkan dan mengurutkan banyak benda kepada siswa. Alat peraga sederhana yang dapat digunakan yaitu..
A. kartu bilangan
B. blok dienes
C. papan berpaku
D. loncat katak
9. Perhatikanlah gambar berikut ini!
Alat peraga di atas digunakan untuk mengajarkan konsep. .
A. pola bilangan
B. bilangan bulat
C. geometri
D. peluang
10. Guru mengajak siswanya belajar konsep perkalian di luar kelas. Siswa melihat kandang kambing di dekat sekolah. Jika ada 8 kambing, maka banyaknya kaki kambing yang dapat mereka tulis dalam bentuk perkalian yaitu ...
A. 4 x 8 = 32
B. 8 x 4 = 32
C. 8 + 8 + 8 + 8 = 32
D. 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 32