SUARA SEMARANG - Besok hari Senin 30 Januari 2023 secara resmi Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita resmi dilantik jadi Walikota Semarang periode 2021-2026.
Maka secara definitif Mbak Ita atau Hevearita Gunaryanti Rahayu menjabat sebagai Walikota Semarang setelah sejak Oktober 2022 menjabat sebagai Pelaksana Tugas atau Plt.
Dalam pelantikannya sebagai Walikota Semarang, Mbak Ita akan dilantik oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Pelantikan Mbak Ita dilaksanakan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernuran, Jalan Pahlawan Semarang.
Sedangkan sebagai tamu kehormatan akan hadir Presiden RI ke 5 Megawati Soekarnoputri turut menyaksikan langsung pelantikan Mbak Ita sebagai Walikota Semarang.
Hevearita Gunaryanti Rahayu resmi menyandang status Wali Kota Semarang menggantikan posisi Hendrar Prihadi yang kini menjabat Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik (LKPP RI).
Usai pelantikan, Pemerintah Kota Semarang akan menggelar tasyakuran dengan mengundang masyarakat, tokoh agama dan juga tokoh masyarakat di halaman balaikota Semarang.
Profil Mbak Ita
Jabatan Wali Kota Semarang yang akan segera diemban Mbak Ita memang pantas disematkan kepada perempuan yang sejak 2016 menjabat Wakil Walikota Semarang tersebut.
Di kalangan partai pengusungnya, PDI Perjuangan, Mbak Ita merupakan politisi yang ulung.
Dia sangat piawai dalam melakukan lobi-lobi politik, sehingga mampu mengegolkan ide-ide cemerlang yang menjadi gagasannya.
Tak ayal, PDI Perjuangan kala itu memasangkan dirinya bersama Hendrar Prihadi sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang dalam pilkada yang dua kali periode dimenanginya.
Bahkan, pada Pilkada terakhirnya, duet Hendi-Ita harus bertarung melawan kotak kosong lantaran tidak ada partai lain yang mengusung calonnya pada Pilkada Kota Semarang tahun 2020.
Meski demikian, duet kader PDI P ini mampu menang telak atas kotak kosong. Hendi-Ita mampu meraih 716.693 suara dari total pemilih sebanyak 805.524 orang.
Bersama Hendi, Mbak Ita mampu mewujudkan pembangunan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, baik berupa infrastruktur maupun non-infrastruktur.