SEMARANG SUARA- Nabi Muhammad saw. dalam perjalanan Isra Miraj menggunakan sebuah hewan tunggangan bernama Buroq.
Tentu saja Buroq merupakan hewan yang bersifat gaib, dimana kita tidak akan bisa menemukannya di dunia ini. Hal ini juga merupakan sebuah keistimewaan dan mukjizat yang Allah Ta'ala berikan kepada baginda Nabi Muhammad saw.
Dalam sebuah riwayat hadis shahih yang menyebutkan sifat dan bentuk Buroq, setidaknya ada 5 sifat dan bentuk Buroq yang bisa kita ketahui berdasarkan hadis Rasulullah saw.
Sifat dan bentuk Buroq tersebut diantaranya :
1. Bentuknya seperti binatang tunggangan
2. Ukurannya lebih tinggi dari keledai dan lebih pendek dari bighal.
3. Berwarna putih
4. Langkah kakinya, sejauh ujung pandangannya.
5. Bisa diikat sebagaimana layaknya hewan tunggangan
Berikut ini adalah beberapa riwayat hadis yang menjelaskan tentang bentuk dan sifat dari Buroq.
1. Bentuknya seperti binatang tunggangan
Riwayat hadis dari Malik bin Sha’sha’ah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisahkan bentuk hewan Buroq.
"Dibawakan kepadaku hewan tunggangan berwarna putih, lebih pendek dari bighal dan lebih tinggi dari pada keledai. Yaitu buraq. (HR. Bukhari 3207)"
2. Ukurannya lebih tinggi dari keledai dan lebih pendek dari bighal.
Bighal sendiri adalah sebutan bagi hewan peranakan hasil perkawinan antara kuda dengan keledai.
Hal tersebut sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
"Kemudian dibawakan kepadaku seekor hewan tunggangan putih, namanya Buraq. Lebih tinggi dari pada keledai dan lebih pendek dari bighal. Satu langkah kakinya di ujung pandangannya. Lalu aku dinaikkan di atasnya. (HR. Ahmad 17835, Muslim 164, dan yang lainnya)."
3. Berwarna putih
"Dibawakan kepadaku hewan tunggangan berwarna putih, lebih pendek dari bighal dan lebih tinggi dari pada keledai. Yaitu buraq. (HR. Bukhari 3207)"
4. Langkah kakinya, sejauh ujung pandangannya.
"Kemudian dibawakan kepadaku seekor hewan tunggangan putih, namanya Buraq. Lebih tinggi dari pada keledai dan lebih pendek dari bighal. Satu langkah kakinya di ujung pandangannya. Lalu aku dinaikkan di atasnya. (HR. Ahmad 17835, Muslim 164, dan yang lainnya)."
5. Bisa diikat sebagaimana layaknya hewan tunggangan
Sesampainya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di masjidil aqsha, beliau shallallahu ’alai wa salam mengikat buraqnya di tempat yang biasa digunakan para nabi untuk mengikat tunggangannya. Beliau mengatakan
"Aku mengikat buraq di salah satu pintu masjid baitul maqdis, tepat di mana para nabi mengikatkan hewan tunggangan mereka (Muslim no. 162, Abu Ya’la dalam musnadnya 3375)"
Literatur hadis shahih dari Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang sifat dan bentuk buroq adalah sebagai berikut.
Dari Anas ibnu Malik, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda seperti berikut: Didatangkan kepadaku Buraq, yaitu seekor hewan yang berwarna putih; tubuhnya lebih tinggi dari keledai, tetapi lebih rendah dari begal. Ia meletakkan kedua kaki depannya di ufuk batas jangkauan penglihatannya. Aku menaikinya dan Jibril membawaku berjalan hingga sampailah aku di Baitul Muqaddas. Lalu aku menambatkan hewan itu di lingkaran tempat para nabi biasa menambatkan hewan tunggangannya. Aku memasuki masjid dan melakukan shalat dua rakaat di dalamnya, sesudah itu aku keluar.
Itulah sifat dan bentuk hewan Buroq, hewan yang digunakan Nabi Muhammad saw untuk melakukan perjalanan Isra Miraj. Wallahu A'lam.