SUARA SEMARANG - Lanskap sepak bola Indonesia akan mulai transformasi signifikan di bawah kepemimpinan Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI.
Dengan tekad yang kuat untuk meningkatkan prestasi sepak bola tanah air, Erick Thohir telah memulai serangkaian langkah nyata yang bertujuan untuk mengantarkan kemajuan era baru.
Salah satu inisiatif utama yang dilakukan oleh Erick Thohir adalah program untuk membenahi 22 stadion di seluruh Indonesia.
Proyek transformatif ini didukung oleh anggaran sebesar Rp 1,9 triliun yang mencerminkan komitmen teguh Erick Thohir untuk meningkatkan infrastruktur sepak bola ke standar internasional.
Dengan memodernisasi stadion-stadion tersebut, Thohir bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan sepak bola di Tanah Air.
Selain itu, Erick Thohir telah mengalihkan perhatiannya ke sepak bola wanita, menyadari potensinya yang sangat besar untuk unggul di panggung Asia dan dunia.
Untuk memupuk bakat pesepakbola wanita, Thohir telah memulai program pelatihan khusus yang dipimpin oleh pelatih ternama Jepang.
Terinspirasi dari kesuksesan sepak bola putri Jepang yang mengantarkan timnasnya meraih gelar juara Piala Dunia, Thohir yakin pelatih asal Jepang itu akan membawa keahlian yang tak ternilai dan menanamkan tradisi juara di kalangan pemain putri Indonesia.
Selain kerja sama dengan Jepang, Erick Thohir menjalin kerja sama dengan Persatuan Sepak Bola Jerman (DFB) untuk mendukung perkembangan timnas muda Indonesia.
Khususnya, Bundesliga memiliki banyak pemain Asia, dengan sekitar 170 pemain berasal dari wilayah tersebut.
Meski Thohir belum membeberkan nama-nama spesifik yang terlibat, dia memastikan bahwa Direktur Teknik PSSI di masa depan akan berasal dari Jerman, menekankan pentingnya memperoleh keahlian sepak bola Jerman untuk meningkatkan performa tim nasional.
Pendekatan proaktif Erick Thohir dalam memajukan sepak bola Indonesia merupakan bukti visinya untuk pertumbuhan olahraga dan cita-cita bangsa untuk sukses.