Meskipun tertinggal, Timnas Indonesia tidak menyerah dan mencoba untuk bangkit di babak kedua.
Di babak kedua, Timnas Indonesia mulai meningkatkan serangan mereka terhadap pertahanan Argentina. Meski begitu, mereka belum berhasil memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang ada.
Upaya Ivar Jenner dalam mencetak gol penyama kedudukan tidak membuahkan hasil.
Elkan Baggot juga gagal memanfaatkan peluang setelah sundulannya dari lemparan jauh Arhan Pratama ke arah gawang berhasil dimentahkan oleh penjaga gawang.
Sayangnya, gawang Indonesia harus kembali kebobolan melalui gol yang dicetak oleh Romero. Skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Argentina.
Meski tertinggal dengan selisih dua gol, Timnas Indonesia tidak menyerah dan terus membangun serangan.
Rizky Ridho berulang kali mencoba mengarahkan tendangan ke gawang, tetapi belum berhasil mencetak gol.
Timnas Indonesia juga mencoba serangan cepat melalui Marselino Ferdinan, namun lini tengah Argentina yang dikawal oleh Alejandro Garnacho mampu menghentikan serangan tersebut.
Walaupun kalah dalam pertandingan ini, Timnas Indonesia harus bangga atas pengalaman berharga yang mereka dapatkan dalam melawan tim peringkat satu dunia.
Dalam konteks peringkat FIFA, Indonesia berada di peringkat 149 dunia.
Perbedaan peringkat ini menunjukkan bahwa Timnas Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk meningkatkan permainan mereka.
Meskipun harus menerima kekalahan, Timnas Indonesia harus menerima dengan lapang dada dan menggunakan pengalaman ini sebagai pembelajaran untuk pertandingan berikutnya.
Pertandingan melawan tim yang lebih kuat seperti Argentina menjadi evaluasi penting bagi Timnas Indonesia.
Mereka dapat mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan mereka serta memperbaiki strategi permainan.
Dalam perjalanan mereka untuk meningkatkan peringkat dunia, pengalaman berharga ini akan menjadi bekal yang berharga bagi Timnas Indonesia.