SUARA SEMARANG - Ketum PSSI Erick Thohir diminta ajukan banding atas putusan sanksi AFC yang diberikan pada Timnas Indonesia.
Upaya Erick Thohir banding bisa menjadi jalan keluar bagi beberapa sanksi yang menimpa pemain serta offisial Indonesia yang terlalu berat.
Dengan modal video, Erick Thohir dinilai akan bisa membuka mata AFC dan mengurangi sanksi Timnas Indonesia.
Erick Thohir harus menerima kenyataan pahit saat AFC menjatuhkan sanksi sebagai buntut kerusuhan antar pemain dan offisial Indonesia dan Thailand di SEA Games lalu.
PSSI dibawah kepemimpinan Erick Thohir harus merogoh kocek dalam-dalam karena selain sanksi larangan bermain ada denda yang harus dibayarkan.
Total ada 3 pemain Timnas Indonesia dan 4 offisial yang mendapatkan sanksi plus denda yang totalnya mencapai 5.000 dolar Amerika dan wajib dibayarkan oleh federasi sepakbola yang dipimpin Erick Thohir tersebut.
Dua pemain yang sama-sama dilarang bermain 6 pertandingan plus denda masing-masing 1000 dolar Amerika adalah Titan Agung dan Komang Teguh.
Sementara Taufany Muslihuddin hanya sanksi larangan bermain 6 pertandingan saja.
Kemudian 3 dari 4 offisial Timnas Indonesia dijatuhi sanksi larangan 6 laga plus denda masing-masing 1.000 dolar Amerika dan satu lainnya minus denda.
Baca Juga: Top, Lengkapi Dominik Szoboszlai Trio Maut Liverpool Tiba di Kirkby Langsung On Fire
Melihat sanksi yang dijatuhkan AFC untuk Indonesia, Erick Thohir diminta membandingkan dengan video kejadian yang sebenarnya.
Erick Thohir diminta wajib banding karena kerusuhan pemain dan offisial tersebut bermula dari pihak Thailand.
Terlebih lagi jika Erick Thohir melihat sanksi yang dijatuhkan AFC pada Thailand maka fans tanah air menilai tidak adil.
"Thailand, ada 1 pemain dan 7 offisial yang mendapat hukuman serupa. Federasi Sepakbola Thailand (FAT) juga didenda 10.000 USD," tulis akun timnasindonesiainfo.
"Lah thailand kok cuman 1 pemain???" @firdausichall_14.
"Ajukan banding sambil nunjukin video kemarin ke dong," pinta akun @fais_alzee pada ketum Erick Thohir agar AFC tahu kejadian sebenarnya.